5 Data BEI 2025: Market Cap Rp16.000 T dan Top 20 Dunia
- Kinerja Bursa Efek Indonesia 2025: Transaksi harian tembus Rp18 triliun dan market cap Rp16.000 triliun. BEI kalahkan Singapura dan Vietnam.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun perdagangan 2025 dengan capaian transaksi yang melampaui ekspektasi pasar. Rata-rata nilai transaksi harian atau RNTH sukses menembus angka Rp18 triliun yang jauh melampaui target awal tahun. Pencapaian ini mencerminkan tingginya antusiasme investor domestik maupun asing.
Realisasi transaksi tersebut tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan target yang ditetapkan manajemen sebesar Rp13,3 triliun sebelumnya. Pertumbuhan likuiditas yang konsisten ini menandakan pasar modal Indonesia semakin matang dan tangguh menghadapi dinamika ekonomi global. Otoritas bursa mengapresiasi kontribusi aktif dari seluruh pelaku pasar modal.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman mengumumkan capaian tersebut dalam konferensi pers penutupan perdagangan 2025 di Jakarta. Ia menegaskan bahwa angka fantastis ini menjadi indikator penting meningkatnya daya saing bursa domestik di kancah regional. "Rata-rata transaksi harian kita tembus Rp 18 triliun," kata Iman pada Selasa, 30 Desember 2025.
1. Diversifikasi Instrumen
Iman menjelaskan bahwa aktivitas transaksi di bursa tidak hanya berasal dari kegiatan perdagangan saham semata saat ini. Instrumen lain seperti obligasi korporasi dan produk non-saham turut memberikan kontribusi signifikan terhadap total nilai transaksi harian. Diversifikasi produk ini memperkuat struktur likuiditas bursa secara menyeluruh.
Data bursa menunjukkan transaksi harian obligasi telah mencapai angka yang cukup stabil sebesar Rp6,5 triliun per hari. Likuiditas ini mencerminkan tingginya minat investor pada instrumen pendapatan tetap di tengah tren suku bunga yang dinamis. Pendalaman pasar obligasi terus diupayakan secara konsisten oleh regulator pasar.
Selain instrumen konvensional bursa juga gencar mengembangkan perdagangan karbon yang telah berjalan selama dua tahun terakhir ini. Meskipun tergolong baru nilai transaksi yang tercatat telah mencapai kisaran Rp30 miliar sepanjang periode berjalan tersebut. Potensi ini terus dioptimalkan untuk pertumbuhan pasar di masa depan.
2. Raja Kapitalisasi Asia
Dari sisi kapitalisasi pasar posisi Indonesia saat ini tercatat sangat kuat di kawasan regional Asia Tenggara. Total kapitalisasi pasar BEI sukses menembus level psikologis Rp16.000 triliun pada penutupan perdagangan akhir tahun 2025 ini. Pencapaian fantastis ini merupakan rekor sejarah baru bagi bursa nasional.
Angka fantastis tersebut secara otomatis menempatkan Indonesia di posisi teratas di Asia terkait nilai kapitalisasi pasar. Valuasi emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia terus bertumbuh seiring dengan membaiknya fundamental ekonomi nasional kita. Investor global melihat potensi besar yang ada di pasar Indonesia.
Dominasi kapitalisasi pasar ini menegaskan bahwa bursa saham Indonesia telah menjadi destinasi utama arus investasi modal global. Iman menekankan posisi strategis bursa domestik yang kini sangat diperhitungkan di kancah persaingan pasar internasional. "Market cap di Asia kita nomor 1," jelas Iman pada Selasa (30/12).
3. Top 20 Dunia
Tidak hanya unggul di tingkat regional kinerja kapitalisasi BEI juga telah masuk dalam jajaran elite bursa dunia. Secara global nilai kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sukses menembus daftar 20 besar bursa utama dunia. Hal ini merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi bangsa Indonesia.
Prestasi ini menunjukkan bahwa skala pasar modal Indonesia telah berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir ini. Masuknya perusahaan berkapitalisasi besar melalui penawaran umum perdana turut mendongkrak total nilai pasar secara signifikan. Indonesia semakin diakui sebagai raksasa pasar berkembang di level global.
Masuknya BEI ke dalam 20 besar dunia membuktikan ketahanan pasar domestik di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini. Pertumbuhan jumlah investor dan emiten tercatat yang konsisten mendukung penguatan posisi fundamental pasar tersebut. "Dunia market cap kita sudah 20 besar," tambah Iman menegaskan.
4. Daya Saing Likuiditas
Iman menekankan bahwa pencapaian RNTH sebesar Rp18 triliun per hari menjadi indikator penting daya saing bursa kita. Nilai tersebut setara dengan kisaran US$1 miliar yang menjadi tolok ukur likuiditas bursa global saat ini. BEI kini telah naik kelas dalam hal aktivitas transaksi harian.
Masuknya BEI ke dalam kelompok bursa dengan transaksi di atas US$1 miliar menempatkan Indonesia pada posisi prestisius. Tidak banyak bursa di negara berkembang yang mampu mencatatkan likuiditas transaksi sebesar ini secara konsisten. Hal ini menandakan partisipasi aktif investor ritel dan institusi domestik.
Likuiditas yang tinggi menjadi daya tarik utama bagi investor asing untuk masuk dan menempatkan dananya di sini. Kemudahan masuk dan keluar di pasar saham menjadi faktor kunci dalam keputusan alokasi portofolio investasi. Bursa berkomitmen untuk terus menjaga momentum likuiditas transaksi ini.
5. Ungguli Tetangga
Dalam kontestasi Asia Tenggara posisi transaksi Indonesia saat ini sudah berada di atas negara tetangga seperti Singapura. BEI juga tercatat telah melampaui nilai transaksi harian dari bursa Vietnam dan juga bursa Malaysia. Dominasi ini mengubah peta kekuatan pasar modal di kawasan ASEAN.
Iman mengakui bahwa saat ini posisi Indonesia hanya sedikit berada di bawah Thailand dalam hal nilai transaksi. Jarak antara kedua bursa tersebut telah menipis secara signifikan dibandingkan dengan capaian pada tahun-tahun sebelumnya. Indonesia berpotensi menyalip menjadi pemimpin mutlak di kawasan ASEAN.
Berdasarkan data benchmarking global nilai transaksi harian BEI kini telah menempati peringkat ke-17 di seluruh dunia. Posisi ini mengukuhkan BEI sebagai salah satu bursa dengan aktivitas transaksi terbesar di kancah global. "Sekarang kita sudah berada di atas Singapura," pungkasnya pada Selasa sore.

Alvin Bagaskara
Editor
