Waspada! Inilah Gejala Awal COVID-19 pada Anak-anak
- Wapada! Inilah gejala awal COVID-19 pada anak-anak

Justina Nur Landhiani
Author
JAKARTA – Pandemi COVID-19 telah merebak mulai tahun 2019 sampai sekarang, dan belum ada tanda-tanda akan mereda. Bahkan, kini kasus postif COVID-19 di Indonesia semakin naik.
Tak hanya itu, kini juga sudah ada mutasi virus COVID-19 terbaru yaitu varian Delta, yang disebut-sebut lebih mudah menular daripada varian sebelumnya.
COVID-19 juga dapat menyerang semua kelompok usia, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa, hingga orang lanjut usia.
- Waspada! Inilah Gejala Awal COVID-19 pada Anak-anak
- Tak Selamanya Bisa Digunakan untuk Cegah COVID-19, Humidifier Juga Dapat Memicu Gangguan Kesehatan
- Kasus COVID-19 Naik: Keraton Jogja Ditutup, Wisata Bandung Barat Dibuka
Sebagian besar ana-anak yang tertular virus COVID-19 mungkin tanpa disertai gejala atau memiliki gejala ringa, seperti demam, batuk, sesak napas, kelelahan, mialgia, rinore, sakit tenggorokan, diare, kehilangan penciuman, dan kehilangan kemampuan untuk merasakan makanan atau minuman.
Beberapa anak-anak ada juga yang mengalami gejala COVID-19 seperti gangguan pencernaan.
Selain itu, ada sebuah sindrom baru yang disebut sindrom Multisystem Inflammatory Syndrome (MIS) yang terjadi pada anak-anak. Sindrom ini ditandai dengan demam, sakit perut, muntah, diare, ruam, dan masalah kardiovaskular dan neurologis.
Jika seorang anak dites positif terkena virus tetapi tidak menunjukkan gejala, perlu untuk terus melacak kesehatan mereka untuk memantau perkembangan gejala. Deteksi dini gejala akan mengarah pada pengobatan dini.
- Tak Selamanya Bisa Digunakan untuk Cegah COVID-19, Humidifier Juga Dapat Memicu Gangguan Kesehatan
- Catat! Ini Kriteria Orang yang Boleh Diberi Vaksin COVID-19
- Pilihan Jenis Dinding Terbaik untuk Dekorasi Kamar Mandi
Jika anak mengalami gejala ringan seperti sakit tenggorokan, batuk, dan rinorea namun tidak mengalami sesak napas, maka masih bisa dirawat di rumah.
Dikuti dari laman Hindustan Times, anak-anak dengan kondisi komorbiditas yang mendasari termasuk penyakit jantung bawaan, penyakit paru-paru kronis, disfungsi organ kronis atau obesitas juga masih dapat dirawat di rumah.
Akan tetapi, untuk anak-anak dengan tingkat SpO2 (saturasi oksigen) Covid-19 yang parah kurang dari 90% dan dengusan, retraksi dada yang parah, lesu, mengantuk, kejang adalah beberapa gejala Covid-19 yang parah.
Anak-anak tersebut harus dirawat di fasilitas kesehatan khusus Covid-19 dan beberapa dari mereka mungkin memerlukan perawatan HDU/ICU. Mereka juga harus diperiksa untuk trombosis, hemophagocytic lymphohistiocytosis (HLH) dan kegagalan organ.
