Vaksin Pfizer Dorong IHSG Menguat di Sesi I Perdagangan, Saham BBRI Laris-Manis
- JAKARTA – Klaim keampuhan vaksin Pfizer dan Biontech sukses mendorong pergerekan sebagian besar bursa Asia. Pada awal perdagangan, rerata bursa di zona Asia...

Fajar Yusuf Rasdianto
Author
JAKARTA – Klaim keampuhan vaksin Pfizer dan Biontech sukses mendorong pergerekan sebagian besar bursa Asia. Pada awal perdagangan, rerata bursa di zona Asia dibuka menguat hingga rerata lebih dari 1%.
Penguatan terus berlanjut hingga penutupan sesi I perdagangan, termasuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menyadur data RTI Business, IHSG ditutup menguat 1,55% ke posisi 5.438,79 poin pada sesi I perdagangan, Selasa, 10 November 2020.
- Saksikan Gerhana Bulan Penumbra Terakhir Kali di Tahun Ini pada 30 November
- Waduh.. Diego Maradona Ternyata Jadi Agama dan Disembah oleh 200.000 Orang!
- Pemprov Jabar Usul Libur Cuti Bersama Akhir 2020 Dikurangi
- 3 Skenario Ibadah Haji 2021 dari Kementerian Agama, Batal Lagi?
- Kisah Cinta Antara Dua Gua yang Terpisah 65 Mil pada 90.000 Tahun Lalu
Investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan total transaksi Rp8,55 triliun dengan volume 9,34 miliar saham dan 625.945 kali transaksi. Sebanyak 321 emiten bergerak naik, 197 turun, dan sisanya 531 tidak bergerak atau statis.
Saham-saham di sektor finansial menjadi pengerek laju IHSG dengan kenaikan 3,06%. Diikuti sektor aneka industri dengain peningkatan 2,29%.
Secara nilai net, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi saham yang paling banyak diperdagangkan dengan total Rp262,7 miliar dan 1 triliun lembar saham. Disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai Rp20,2 miliar dan 653,9 miliar lembar saham.
Investor asing mencatatkan beli bersih senilai Rp877,29 miliar. Sedang aksi jual bersih sebanyak Rp885,3 miliar. Dengan demikian, investor asing pun masih membukukan aksi jual bersih alias net foreign sell (NFS) Rp8,01 miliar.
