Jaringan 5G Milik Huawei Masih Mungkin Ada di Singapura

  • Pemerintah Singapura masih memberikan kesempatan kepada Huawei untuk menjadi vendor jaringan 5G. Singapura menganggap AS dan Cina sebagai mitra dagang utamanya.

Jaringan 5G Milik Huawei Masih Mungkin Ada di Singapura

Singapura belum mengambil keputusan spesifik soal vendor jaringan 5G. Hanya saja, setiap calon operator diharuskan memenuhi standar ketahanan dan keamanan yang ditetapkan pemerintah.

Meski tidak dibahas secara detail, pemerintah Singapura masih memberikan kesempatan kepada Huawei untuk menjadi vendor jaringan 5G. Singapura menganggap AS dan Cina sebagai mitra dagang utamanya.

Banyak perusahaan multinasional yang berbasis di AS memiliki kantor pusat Asia di Singapura. Sementara, Singapura juga memiliki beberapa proyek bilateral tingkat tinggi dengan China, termasuk di Suzhou dan Tianjin.

Hal tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Informasi S. Iswaran pada Pertemuan Tingkat Menteri ICT Asia-Pasifik, dikutip dari Reuters (26/6). Pertemuan tersebut dihadiri oleh 38 negara, termasuk China.  

Kemudian, pertemuan itu juga  merilis pernyataan bersama yang berjanji untuk berupaya menyediakan lingkungan yang memungkinkan pertumbuhan inklusif. Selain itu juga dapat mendorong inovasi dan kreativitas serta mempromosikan privasi digital dan keamanan siber.

“Saya percaya pernyataan Singapura ini akan memfasilitasi promosi adopsi digital yang tersebar luas di kawasan ini. Caranya dengan memberikan akses yang adil dan merata ke layanan TIK untuk semua warga di komunitas kami,” kata Areewan Haorangsi, sekretaris jenderal Telekomunitas Asia-Pasifik.

Dalam pertemuan itu,Thailand berharap untuk meluncurkan layanan 5G yang dipimpin Huawei pada tahun 2020. Negara tersebut mengaku sudah melakukan penelitian bersama dengan perusahaan di distrik Sriracha hi-tech.

Maxis Malaysia dan Telkomsel Indonesia juga telah mendaftar ke layanan uji coba dengan perusahaan Huawei di Filipina. Layanan 5G didukung Huawei ini akan diperkenalkan oleh penyedia nirkabel terkemuka, Globe Telecom. Rencana peluncurannya  setelah kuartal kedua tahun ini.

Sebelumnya, pada Mei lalu, Huawei juga telah mendapat dukungan kuat dari Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Mahatir mengatakan bahwa negara-negara barat yang membungkamnya sedang bersikap munafik. AS dikabarkan semakin memanas pada sekutunya Korea Selatan atas Huawei. Huawei masukdalam kekhawatiran Seoul akan kehilangan akses ke intelijen. Dan membantunya mengawasi Korea Utara yang suka berperang.

Tags: China