Gimana Sih Cara Mendapat Penghasilan dari Aset Kripto? Simak Trik Pakar Digital Ini
JAKARTA-Mendapatkan pendapatan dari mata uang kripto sedang menjadi tren saat ini, tetapi belum semua tahu bagaimana cara mendapatkan penghasilan pasif atau passsive income dari kegiatan tersebut. Pakar digital Anthony Leong mengatakan umumnya untuk mendapatkan mata uang kripto dilakukan dengan aktivitas yang disebut dengan mining (menambang), namun kegiatan tersebut memerlukan kemampuan komputer yang kuat dan dukungan […]

Amirudin Zuhri
Author


Ilustrasi aset kripto Bitcoin / Pixabay
(Istimewa)JAKARTA-Mendapatkan pendapatan dari mata uang kripto sedang menjadi tren saat ini, tetapi belum semua tahu bagaimana cara mendapatkan penghasilan pasif atau passsive income dari kegiatan tersebut.
Pakar digital Anthony Leong mengatakan umumnya untuk mendapatkan mata uang kripto dilakukan dengan aktivitas yang disebut dengan mining (menambang), namun kegiatan tersebut memerlukan kemampuan komputer yang kuat dan dukungan listrik yang besar.
Alternatif yang dapat digunakan menurut Anthony adalah dengan menggunakan staking coin, yaitu cara untuk mendapatkan coin tambahan tanpa menggunakan perangkat komputer yang canggih.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
“Kita bisa mendapat hasil yield farming (hasil pertanian) dengan cara staking. Staking seperti ini adalah cara alternatif untuk mendapatkan passive income di pasar crypto,” katanya Minggu 16 Mei 2021.
Koin yang dimiliki di dalam wallet dapat dikunci untuk membantu operasi dan jaringan coin tersebut, lanjutnya, sebagai imbalannya akan mendapatkan koin.
“Hanya saja perlu kita ketahui resiko dalam berinvestasi di cryptocurrency karena fluktuatifnya harga dan lain hal. Investor wajib manage resiko dalam hal apapun itu entah itu trading atau staking hingga mining,” katanya.
Diketahui staking merupakan sebutan yang ditujukan pada aktivitas penitipan coin kepada platform crypto. Hasil penitipan itu kemudian digunakan untuk melakukan validasi transaksi pada blockchain dalam bentuk proof of stake (PoS).
“Melalui pengembangan teknologi seperti ini kini siapapun bisa berinvestasi di kripto tanpa perlu takut. Orang-orang yang tidak punya banyak waktu juga sangat cocok untuk menggunakan teknologi ini karena akan sangat menghemat waktu,” ujar Anthony dilansir dari Antara.
Hingga kini terdapat beberapa platform yang telah menyediakan jasa staking crypto seperti Pancake Swap (pancakeswap.finance), Bean Cash dan juga yang baru hadir seperti Merlin Lab (www.merlinlab.com) yang di mana Merlin Lab merupakan platform yang sudah diaudit dengan hasil pengembalian tertinggi.
Salah satu bursa crypto terbesar, Binance juga menawarkan layanan staking untuk koin miliknya, BNB. Sehingga pengguna memiliki banyak alternatif untuk memilih layanan staking yang digunakan.
“Untuk memilih platform staking yang terpenting kita harus mengetahui peluang harga coin yang akan kita peroleh, hal itu dapat diketahui dengan melihat pasukan dibalik platform ini. Tapi yang aneh di dunia crypto ini adalah Penemu Bitcoin Satoshi Nakamoto yang sampai sekarang belum muncul di publik tapi dinilai dengan harga fantastis kini sudah 700-800 juta per koin,” ujar Anthony.
