Demam Skuter Elektrik, Amankah?
Akhir-akhir ini skuter kembali naik daun. Skuter tengah dikembangkan untuk menjadi alat transportasi mikro berbasis elektrik. Beberapa perusahaan besar seperti Audi disebut-sebut akan meluncurkan e-scooter pada 2020. Dilansir dari BBC (19/8), pengguna skuter elektrik di Inggris sudah banyak yang berbagi jalan dengan moda transportasi lain. Hanya saja, sebagai alat transportasi mikro, skuter elektrik mengalami berbagai […]

Fatma Kumala
Author
Akhir-akhir ini skuter kembali naik daun. Skuter tengah dikembangkan untuk menjadi alat transportasi mikro berbasis elektrik. Beberapa perusahaan besar seperti Audi disebut-sebut akan meluncurkan e-scooter pada 2020.
Dilansir dari BBC (19/8), pengguna skuter elektrik di Inggris sudah banyak yang berbagi jalan dengan moda transportasi lain. Hanya saja, sebagai alat transportasi mikro, skuter elektrik mengalami berbagai kendala di awal masa eksistensinya.
Dalam catatan kepolisian Inggris, sejumlah pengemudi skuter diberhentikan karena beberapa pelanggaran lalu lintas. Di antaranya masalah kecepatan berkendara, menerobos lampu lalu lintas, atau melanggar marka jalan.
Emily Hartridge, 35, menjadi korban meninggal pertama akibat kecelakaan skuter elektrik di Inggris pada 12 Juli lalu,. Tidak hanya itu, sejumlah kecelakaan dilaporkan terjadi di berbagai lokasi berbeda.
Sejumlah peristiwa kecelakaan tersebut mengindikasikan belum siapnya skuter elektrik untuk melantai secara bebas di jalan raya. Bahkan di Inggris, skuter belum memiliki jalur khusus, karena tidak semua trotoar dapat dilalui oleh pengendara skuter elektrik.
Untuk itu, perlu adanya regulasi dari pemerintah terkait keamanan pengendara, fasilitas publik hingga pajak penggunanya. Aspek-aspek tersebut perlu dimatangkan untuk keamanan pengguna skuter. Selain itu, pengendara skuter elektrik juga dihimbau untuk meningkatkan keselamatan dalam berkendara. Kemudian, tidak terburu-buru mengendarai skuternya di jalan arteri dan tetap mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku di tiap daerah.
