Pasar Modal

Yuan China Berkinerja Buruk, Nilai Kurs Rupiah Tergelincir Jatuh hingga 120 Poin

  • Menurut data perdagangan Bloomberg, Selasa, 17 Januari 2023, nilai kurs rupiah ditutup di posisi Rp15.165 per-dolar Amerika Serikat (AS).
<p>Karyawati menunjukan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Jakarta, Kamis, 18 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Karyawati menunjukan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Jakarta, Kamis, 18 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA - Nilai kurs rupiah tergelincir jatuh hingga 120 poin seiring dengan kinerja Yuan China yang memburuk.

Menurut data perdagangan Bloomberg, Selasa, 17 Januari 2023, nilai kurs rupiah ditutup di posisi Rp15.165 per dolar Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan sebelumnya, Senin, 16 Januari 2023, nilai kurs rupiah ditutup menguat 103 poin di level Rp15.045 per dolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, sebagian besar mata uang Asia ambruk pada perdagangan hari ini, termasuk yuan China.

Pelemahan tersebut disebabkan oleh data yang menunjukkan perlambatan pertumbuhan ekonomi China akibat pembatasan aktivitas pada tahun 2022.

"Sementara pelonggaran langkah-langkah anti-COVID diharapkan pada akhirnya memacu pemulihan ekonomi Tiongkok tahun ini, data produk domestik bruto (PDB) yang beragam dan lonjakan kasus COVID-19 telah menimbulkan keraguan atas waktu pemulihan tersebut," ujar Ibrahim dikutip dari riset harian, Selasa, 17 Januari 2023.

Sementara itu, di dalam negeri, pelaku pasar tengah menanti kebijakan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada pekan ini.

Ibrahim memprediksi BI akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dari 5,5% menjadi 5,75%.

"Dengan demikian, selisih suku bunga akan kembali melebar. Tetapi, pasar juga menanti proyeksi suku bunga ke depannya apakah BI akan menaikkan suku bunga hingga 6% atau 6,25%," kata Ibrahim.

Menurut Ibrahim, untuk perdagangan Rabu, 18 Januari 2023, nilai kurs rupiah berpotensi ditutup melemah di rentang Rp15.150-Rp15.220 per-dolar AS.