Sepekan Naik 0,53 Persen, Kapitalisasi Pasar Modal Indonesia Rp7.477,62 Triliun
Pasar Modal Indonesia mencatat kapitalisasi pasar sebesar Rp7.477,62 triliun selama periode perdagangan 15-19 Maret 2021. Jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya, jumlah tersebut meningkat 0,53 dari posisi Rp7.438,523 triliun.

Aprilia Ciptaning
Author


Pewarta mengambil gambar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 15 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – Pasar Modal Indonesia mencatat kapitalisasi pasar sebesar Rp7.477,62 triliun selama periode perdagangan 15-19 Maret 2021. Jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya, jumlah tersebut meningkat 0,53 dari posisi Rp7.438,523 triliun.
Diketahui, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat, 19 Maret 2021 ditutup di level 6.356,160. Terhitung selama sepekan, IHSG mengalami perubahan sebesar 0,03% dari level 6.358,209 pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya.
Sementara itu, Sekretaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Yulianto Aji Sadono mengatakan, rata-rata nilai transaksi harian mengalami penurunan 4,2% menjadi Rp11,4 triliun, dari sebelumnya Rp11,9 triliun.
“Frekuensi harian rata-rata mengalami perubahan 5,97 persen menjadi 1.137.111 kali transaksi dibandingkan pada penutupan pekan sebelumnya, yakni 1.209.323 kali transaksi,” ungkapnya mengutip keterangan resmi, Minggu, 21 Maret 2021.
- IHSG Masih Konsolidasi Usai Rilis BI Rate, Simak Saham EMTK, LSIP, ZYRX, dan WIKA
- Saham Pilihan Mirae Sekuritas Juni 2021: BBRI Ditendang Diganti PRDA, Temani ANTM hingga INCO
- IHSG Terancam Bearish Jelang Rilis BI Rate, Rekomendasi Saham AALI, SMRA, BNGA, dan GGRM
Adapun untuk rata-rata volume transaksi harian juga berubah, dari 17,921 miliar saham menjadi 16,793 miliar saham pada pekan ini.
Diketahui, pada hari penutupan perdagangan pekan ini investor asing mencatatkan nilai beli bersih (net buy) sebesar Rp512,28 miliar. Apabila dihitung sepanjang 2021, jumlahnya mencapai Rp13,726 triliun.
Aksi Korporasi
Sebagai informasi, BEI juga melaporkan sejumlah aksi korporasi dari beberapa emiten pada pekan ini. Pertama, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) yang menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap V Tahun 2021 sebesar Rp666,2 miliar.
PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberi peringkat idA+ untuk obligasi tersebut. Sementara itu, dalam hal ini PT Bank Mega Tbk merupakan wali amanat yang ditunjuk oleh perseroan.
Masih pada hari yang sama, PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) juga menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap II Tahun 2021 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap II Tahun 2021.
- Tidak Mampu Bayar Kupon Global, BEI Gembok Saham Garuda Indonesia
- Basis Investor Ritel Menguat, Kemenkeu Optimis SBN Ritel Diburu Investor
- 23 Perusahaan Antre IPO: Pak Erick, Masih Belum Ada BUMN di Daftar BEI
Nilai obligasi ini sebesar Rp174,6 miliar, sedangkan jumlah dana Sukuk yang dicatatkan senilai Rp394,8 miliar. PEFINDO memberikan peringkat idA- untuk obligasi, sedangkan sukuknya dinilai idA-sy. Di sini PT Bank Permata Tbk bertindak sebagai wali amanat.
Secara keseluruhan, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang 2021 sebanyak 17 emisi dari 14 emiten. Nilainya mencapai Rp15,83 triliun.
Sementara itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 141 seri senilai Rp4.098,89 triliun dan US$400 juta. Ada pula Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp7,25 triliun. (SKO)
