Saham Bank Syariah Indonesia (BRIS) Terbang Hampir 4%, Bakal Dicaplok Investor Timteng?
- Saham BRIS menguat 3,9% (65 poin) dari posisi penutupan perdagangan Kamis, 16 Februari di level Rp1.640 menuju Rp1.705 pada penutupan perdagangan hari ini, Senin, 20 Februari 2023.

Yosi Winosa
Author


JAKARTA - Usai kabar dua bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) bakal melepas kepemilikannya di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), saham emiten ini langsung menghijau (menguat), menunjukan dukungan investor terhadap sinyal positif ekspansi emiten tersebut ke pasar global.
Saham BRIS menguat 3,9% (65 poin) dari posisi penutupan perdagangan Kamis, 16 Februari di level Rp1.640 menuju Rp1.705 pada penutupan perdagangan hari ini, Senin, 20 Februari 2023.
Sebelumnya pada Jumat, 17 Februari 2023 Kementerian BUMN mengumumkan rencana PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang bakal keluar sebagai pemegang saham BRIS secara perlahan. Kedua bank Himbara tersebut saat ini masing-masing menggenggam 23,24% dan 15,37% saham BRIS.
Dalam keterangannya, Kementerian BUMN mengatakan rencana divestasi BBNI dan BBRI di BRIS tersebut sejalan dengan strategi jangka panjang BRIS yang menginginkan adanya investor strategis baru. Hal ini juga sejurus dengan jurus Kementerian BUMN untuk melebarkan pangsa pasar BSI di global. Mengingat, BSI memiliki target menjadi Top 10 Bank Syariah Global di tahun 2025.
- Apa Itu Hukum Parkinson?
- UMKM Wajib Catat! Lima Cara Mengirim Paket Besar Ala Tokopedia
- Masih Boncos Meskipun Rutin Nabung? Bisa Jadi Ini Sebabnya
Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, mengingat BRIS saat ini membutuhkan kemampuan untuk berkompetisi dengan bank konvensional, mereka membutuhkan pihak dengan permodalan kuat dan pengalaman yang cukup dalam bisnis bank syariah. Hal ini demi melancarkan pemasaran ragam produk syariah yang dapat ditonjolkan keuntunganya ke masyarakat dibanding produk konvensional.
“Bisa jadi bank dari Timur Tengah atau bank internasional yang memiliki kapabilitas serupa. Mengingat, saat ini pasar murni syariah masih niche market di indonesia,” kata Wawan kepada TrenAsia.com, Senin, 20 Februari 2023.
Permodalan dan penguasaan pasar yang kuat dibutuhkan untuk mensosialisasikan dan memasarkan produk untuk niche market. Misalnya istilah-istilah perbankan syariah yang masih akan terdengar asing bahkan untuk konsumen muslim sendiri. Perlu ada padanan yang mudah didengar dan dimengerti masyarakat.
“Hal ini pasti membutuhkan pemahaman atas karakteristik penduduk kita dan riset yang mendalam,” tambah Wawan.
Saat dikonfirmasi terkait penjajakan kepada investor Timur Tengah, BSI Overseas Branch Project Leader, Dian Faqihdien Suzabar mengatakan kemungkinan investor tersebut tentu saja terbuka, dan secara umum BRIS terbuka bagi investor mana saja sepanjang sesuai kriteria.
“Lebih detailnya bisa difollow up ke Corporate Secretary,” kata Dian kepada TrenAsia.com.
Rekam Jejak BSI di Timur Tengah
Pada 4 November 2021, BSI telah mengamankan surat pendirian dari DIFC yang merupakan hub financial dan pusat sukuk global yang berada di jantung Dubai, untuk mendirikan kantor perwakilan. Kemudian pada 28 Januari 2022 BSI secara resmi membuka Kantor Perwakilan di Dubai International Financial Centre (DIFC).
Tak berselang lama, pada 13 Mei 2022 BSI melakukan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan Lulu Hypermart Indonesia sebagai jaringan dari Lulu Hypermart Global, jaringan pemasaran ritel terbesar di Timur Tengah dan fintech company Berrypay di Dubai.
Capaian ini untuk membuktikan keseriuan BSI kepada dunia bahwa keberadaan jaringan bisnis luar negeri BSI mampu berinteraksi secara langsung dengan komponen penting industri global.
Dipilihnya Dubai bukan tanpa alasan. Dubai berada di peringkat yang paling tinggi untuk melakukan bisnis keuangan syariah dan halal value chain, dengan kerangka hukum yang ditetapkan sesuai dengan standar internasional. Di sana juga ada Dubai Islamic Bank (DIB) atau bank syariah terbesar di Uni Emirat Arab (UEA), salah satu pemain besar bisnis bank syariah global.
Selain itu, diaspora Indonesia di Dubai juga mencapai 45.000 jiwa, terbesar kedua di Timur Tengah setelah Arab Saudi yang mencapai 960.000.
Perlahan, BSI akan memperluas jaringan kantor perwakilan internasionallnya di sejumlah pusat-pusat keuangan dunia lainnya seperti London, New York, Tokyo, Singapura, dan Arab Saudi.

Yosi Winosa
Editor
