Pasar Modal

Rupiah Dibuka Melemah, Data PDB Indonesia Jadi Penahan Tekanan dari Dolar AS

  • Nilai kurs rupiah dibuka melemah 61 poin di posisi Rp15.116 per-dolar AS pada Selasa, 7 Februari 2023.
<p>Karyawan menghitung mata uang Rupiah di salah satu tempat penukaran uang atau Money Changer di kawasan Melawai, Jakarta, Senin, 9 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Karyawan menghitung mata uang Rupiah di salah satu tempat penukaran uang atau Money Changer di kawasan Melawai, Jakarta, Senin, 9 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA - Nilai kurs rupiah dibuka melemah pada perdagangan hari ini sementara tekanan dari dolar Amerika Serikat (AS) bisa ditahan oleh data produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang mencatatkan pertumbuhan positif.

Menurut data perdagangan Bloomberg, Selasa, 7 Februari 2023, nilai kurs rupiah dibuka melemah 61 poin di posisi Rp15.116 per-dolar AS.

Pada perdagangan sebelumnya, Senin, 6 Februari 2023, nilai kurs rupiah ditutup melemah 161 poin di level Rp15.055 per-dolar AS.

Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra mengatakan, pasar saat ini kembali mewaspadai potensi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) ke depan karena inflasi yang masih tinggi.

Ditambah lagi, Departemen Tenaga Kerja AS baru saja merilis data ketenagakerjaan yang melaporkan bertambahnya 517.000 nonfarm payroll di negeri Paman Sam sehingga mendorong potensi akan kenaikan suku bunga yang lebih agresif untuk menekan potensi inflasi.

Akan tetapi, Ariston mengatakan pula bahwa pertumbuhan PDB Indonesia pada kuartal IV-2022 dapat menjadi sentimen positif yang menahan pelemahan rupiah.

"Pertumbuhan PDB kuartal IV yang lebih bagus dari ekspektasi juga bisa memberikan sentimen positif untuk rupiah," ujar Ariston kepada TrenAsia, Selasa, 7 Februari 2023.

Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2022 yang mencapai 5,01% secara tahunan, melebihi ekspektasi pasar.

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2022 mencapai 5,31% dan merupakan catatan yang tertinggi sejak 2013.

Menurut Ariston, untuk perdagangan hari ini, Selasa, 7 Februari 2023, nilai kurs rupiah berpotensi bergerak ke kisaran Rp15.000-Rp15.100 per-dolar AS.