Persaingan Tenaga Kerja di AS Masih Ketat, Nilai Kurs Rupiah Ditutup Melemah 10 Poin
- Menurut data Bloomberg, Jumat, 23 Desember 2022, nilai kurs rupiah ditutup di posisi Rp15.592,5 perdolar AS.

Idham Nur Indrajaya
Author


Nilai tukar rupiah pagi ini, Jumat, 6 November 2020 berada di level Rp14.380 per dolar AS, menguat 185 bps sebesar 1,27% dibandingkan penutupan kemarin, Kamis, 5 November 2020 di level Rp14.565 per dolar AS. / Foto: Ismail Pohan – Tren Asia
(Istimewa)JAKARTA - Nilai kurs rupiah ditutup melemah 10 poin pada perdagangan hari ini setelah data terbaru menunjukkan persaingan tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) yang masih ketat.
Menurut data Bloomberg, Jumat, 23 Desember 2022, nilai kurs rupiah ditutup di posisi Rp15.592,5 perdolar AS.
Pada perdagangan sebelumnya, Kamis, 22 Desember 2022, nilai kurs rupiah ditutup menguat 5 poin di level Rp15.583 perdolar AS.
- Tips Liburan Hemat Tanpa Terjebak Harga Mahal Saat Peak Season
- Perkuat Bisnis Data Center, Telkom Mulai Bangun NeutraDC Hyperscale di Batam
- Ekspansi ke Bisnis Properti, BUMN Timah (TINS) Suntik Anak Usaha Rp74 Miliar
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa dolar AS mengalami penguatan setelah data menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja yang diindikasikan dapat membuat bank sentral The Federal Reserve (The Fed) bersikap agresif untuk waktu yang lebih lama.
"Jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran meningkat kurang dari yang diharapkan minggu lalu, menunjukkan pasar tenaga kerja yang maih ketat sementara ekonomi pulih lebih cepat pada kuartal ketiga," ujar Ibrahim dikutip dari riset harian, Jumat, 23 Desember 2022.
Untuk diketahui, sepanjang tahun 2022, The Fed telah menaikkan suku bunga sebesar 425 basis poin dan saat ini berada di posisi 4,25-4,5%.
- Bisnis Waralaba Berkembang Pesat, Kekayaan Djoko Susanto Naik Lebih dari Dua Kali Lipat
- Heboh Setoran Dana Bagi Hasil Migas Kecil, Menteri ESDM: Data Lifting Turun
- Buntut Tudingan Bupati, Kemenkeu Akui Sudah Bayar Dana Bagi Hasil Kabupaten Meranti Senilai Rp208 Miliar
Terakhir, The Fed menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Desember 2022.
Bank Indonesia (BI) pun turut menaikkan suku bunga pada pertemuan Rapat Dewan Gubernur (RDG) terakhir di tahun 2022, yakni sebesar 25 basis poin.
Walaupun rupiah sempat menguat setelah BI mengikuti langkah The Fed untuk mengerek suku bunga, namun trennya tidak berlangsung dalam jangka panjang.
Menurut Ibrahim, untuk perdagangan Senin, 26 Desember 2022, nilai kurs rupiah berpotensi melemah di rentang Rp15.580-Rp15.650 perdolar AS.

Yosi Winosa
Editor
