Pasar Semakin Yakin Akan Perlambatan Suku Bunga Fed, Kurs Rupiah Masih Bisa Menguat
- Menurut data perdagangan Bloomberg, Jumat, 27 Januari 2023, nilai kurs rupiah dibuka melemah 23 poin di posisi Rp14.970 per-dolar AS.

Idham Nur Indrajaya
Author


Karyawati menunjukkan mata uang Dolar Amerika dan Rupiah di salah satu teller bank, di Jakarta, Rabu, 3 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA - Nilai kurs rupiah masih berpeluang menguat karena didorong oleh pasar yang semakin yakin akan perlambatan kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) alias The Federal Reserve (The Fed).
Menurut data perdagangan Bloomberg, Jumat, 27 Januari 2023, nilai kurs rupiah dibuka melemah 23 poin di posisi Rp14.970 per-dolar AS.
Pada perdagangan sebelumnya, Kamis, 26 Januari 2023, nilai kurs rupiah menguat 17 poin di level Rp14.947 per-dolar AS.
- Jadi Biang Penyebaran Virus Zombie di Serial Last Of Us, Berikut Fakta Unik dan Nyeleneh Asli Kota Depok
- Bukan di Drakorindo, Ini Link Nonton Gratis dan Legal Drama Korea Missing: The Other Side 2
- Ini Cara Buat Love Character Test Ktestone.com yang Sedang Viral di Instagram Hingga Twitter
Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra mengatakan bahwa kurs rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS hari ini.
Penguatan tersebut bisa didorong oleh sentimen positif terhadap aset berisiko yang tumbuh setelah data produk domestik bruto (PDB) AS dirilis pada Kamis, 26 Januari 2023, waktu setempat.
Data PDB AS kuartal IV-2022 mengindikasikan pertumbuhan sebesar 2,9% yang mana angkanya berada di atas ekspektasi 2,6%.
"Indikasi potensi resesi tidak seburuk yang diperkirakan sebelumnya dan juga sudah disampaikan oleh Kepalam IMF," ujar Ariston kepada TrenAsia, Jumat, 27 Januari 2023.
- Mengenal Stoikisme, Filosofi yang Membawa Hidup Lebih Tenang dan Bahagia
- Taman Pracima Pura Mangkunegaran Solo: Fasilitas, Tiket hingga Jam Buka
- 6 Cara Cerdik Memanfaatkan Ampas Kopi Bekas
Rupiah pun berpeluang lanjutkan penguatan karena proyeksi kenaikan suku bunga The Fed yang tidak terlalu tinggi.
Pasar pun tampak semakin yakin dengan perlambatan kenaikan suku bunga dari The Fed, dan hal itu terlihat dari data CME FedWatch Tool yang memperlihatkan 99,6% pelaku pasar saat ini memprediksi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Dengan dua faktor yang disebutkan, Ariston menilai kurs rupiah masih berpotensi menguat.
Untuk perdagangan hari ini, Jumat, 27 Januari 2023, Ariston memprediksi rupiah bisa ditutup menguat di rentang Rp14.900-Rp14.880 per-dolar AS dengan potensi resistance di kisaran Rp15.000 per-dolar AS.

Ananda Astri Dianka
Editor
