Nilai Kurs Rupiah Dibuka Melemah, Pelaku Pasar Menunggu Data Pertumbuhan Produksi China
- Menurut data perdagangan Bloomberg, Selasa, 15 November 2022, nilai kurs rupiah dibuka melemah 13 poin di posisi Rp15.532 perdolar Amerika Serikat (AS).

Idham Nur Indrajaya
Author


Karyawati menunjukkan mata uang Dolar Amerika dan Rupiah di salah satu teller bank, di Jakarta, Rabu, 3 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA - Nilai kurs rupiah dibuka melemah tatkala para pelaku pasar menunggu rilis data China yang berkaitan dengan pertumbuhan produksi industri pada periode bulan Oktober 2022.
Menurut data perdagangan Bloomberg, Selasa, 15 November 2022, nilai kurs rupiah dibuka melemah 13 poin di posisi Rp15.532 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pada perdagangan sebelumnya, Senin, 12 November 2022, nilai kurs rupiah ditutup melemah 24 poin di level Rp15.519 perdolar AS.
- Electrum Ambil Peran Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik
- Serial Piala Dunia 3: Di Balik Teknologi Canggih dan Stadion Megah, Piala Dunia Qatar Menyimpan Banyak Duka
- Melihat Peluang Tim-Tim Jagoan di Piala Dunia 2022 Berdasarkan Situs Taruhan
Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra mengatakan, saat ini para pelaku pasar tengah menunggu data pertumbuhan produksi industri China.
Apabila datanya menunjukkan pertumbuhan yang positif di atas ekspetasi, maka selera untuk aset berisiko seperti rupiah pun bisa kembali tumbuh.
"Pelaku pasar menunggu rilis data China, yaitu data pertumbuhan produksi industri China bulan Oktober. Data ini bisa menambah sentimen positif pasar ke aset berisiko seperti rupiah bila hasilnya lebih bagus dari prediksi pertumbuhan 5,2 persen," ujar Ariston kepada TrenAsia, Selasa, 15 November 2022.
Ariston pun mengatakan, Wakil Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Lael Bernard mengungkapkan potensi bank sentral AS untuk melambatkan kenaikan suku bunga acuannya.
Pernyataan Bernard yang dilontarkan kemarin malam untuk waktu setempat itu pun pada gilirannya dapat membantu penguatan nilai rupiah hari ini.
- Pemasok Komponen Grup Astra, Isra Presisi (ISAP) Targetkan Dana Segar Rp150 Miliar dari IPO
- Harga Anjlok, Mayoritas Saham Emiten Batu Bara Berdarah-darah
- Menaker Sebut Upah Minimum 2023 Akan Lebih Tinggi
Sementara itu, sebelumnya Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan bahwa bank sentral tidak akan melunakkan perjuangan mereka dalam melawan inflasi.
Pernyataan tersebut pun telah mendorong pelemahan rupiah yang terjadi pada perdagangan kemarin. Padahal, pada akhir pekan lalu, nilai kurs rupiah mengalami penguatan yang cukup drastis, yakni mencapai 198 poin.
Penguatan yang signifikan itu terjadi setelah AS merilis data yang menunjukkan perlambatan kenaikan inflasi.
Untuk perdagangan hari ini, Ariston memprediksi nilai kurs rupiah dapat menguat ke kisaran Rp15.480 per dolar AS dengan potensi resistance di sekitar Rp15.530 per dolar AS.

Ananda Astri Dianka
Editor
