Pasar Modal

Melirik Potensi BJBR, Emiten Perbankan Regional Terbaik RI

  • PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) dinilai sebagai perbankan regional dengan potensi paling apik di Tanah Air. Terdapat sejumlah alasan yang membuatnya berpeluang meraih pertumbuhan kinerja di masa depan.
Bank BJB
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) berupaya kembangkan ekosistem digital yang lebih masif untuk optimalkan digital banking. / Dok. Bank BJB. (Bank BJB)

JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) dinilai sebagai perbankan regional dengan potensi paling apik di Tanah Air. Terdapat sejumlah alasan yang membuatnya berpeluang meraih pertumbuhan kinerja di masa depan.

Perseroan sendiri merupakan Bank Pembangunan Daerah (BPD) terbesar di Indonesia berdasarkan total aset, didukung oleh lebih dari 1.000 cabang dan 1.800 Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang tersebar di 14 provinsi.

BJBR fokus pada kredit konsumer (kredit payroll dan pensiunan PNS) yang berkontribusi 64,9% dari total pinjaman. Segmen kredit ini menghasilkan imbal hasil tertinggi yakni 11% - 15% dan memiliki kualitas aset terbaik dibandingkan segmen lainnya dengan NPL sekitar 0,2%. 

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Handiman Soetoyo mengungkapkan bahwa BJBR terbuka untuk potensi menjadi perusahaan induk BPD dalam skema Kelompok Usaha Bank (KUB). Di bawah skema ini, anggota grup akan dibebaskan dari persyaratan modal minimum Rp3 triliun dan hanya disyaratkan untuk memiliki minimum Rp1 triliun.

“BJBR menargetkan pertumbuhan kredit dan simpanan sebesar 9 hingga 10 persen pada 2022, yang menurut kami cukup konservatif,” ujarnya melalui riset yang diterima Selasa, 15 Maret 2022.

Ia menyatakan bahwa BJBR adalah salah satu saham dengan dividen paling menarik di sektor perbankan dengan yield rata-rata 6,4% dalam 11 tahun terakhir. Handiman memperkirakan dividen yang lebih tinggi pada tahun ini dengan estimasi dividen sebesar Rp113 per lembarsaham, dengan dividen yield 8,1%.

Sepanjang tahun 2021, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp2 triliun atau melesat 20,4% year-on-year (yoy). Hal ini didorong oleh meningkatnya pendapatan bunga bersih sebanyak 21,6% yoy dan pertumbuhan pendapatan non bunga sebesar 8,5% yoy. Adapun beban provisi meroket 348,9% yoy, disulit oleh efek dasar yang rendah pada tahun sebelumnya.

“Saat ini, BJBR diperdagangkan pada forward tahun 2022 P/B 1.0x (-0.85 SD dari P/B rata-rata 5 tahun),” papar Handiman.

Melansir data perdagangan RTI, saham BJBR naik 1,07% menuju level harga Rp1.420 per lembar pada akhir sesi perdagangan Senin, 14 Maret 2022. Pada saat bersamaan, kapitalisasi pasar perseroan mencapai Rp14,75 triliun.