Mayoritas Aset Kripto Big Cap Naik Lagi Setelah Turun Drastis, Bakal Tahan Lama Nggak, Nih?
- Menurut trader Tokocrypto Afid Sugiono, kenaikan tipis yang terjadi pada mayoritas aset kripto big cap nampaknya disebabkan oleh kejenuhan para investor dalam melakukan aksi jual yang mana secara teknikal sudah terlihat ada pola oversold.

Idham Nur Indrajaya
Author


JAKARTA - Mayoritas aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar (big cap) naik lagi setelah mengalami penurunan drastis selama sepekan terakhir. Lantas, apakah tren positif ini akan berlangsung lama?
Menurut pantauan Coin Market Cap, Senin 22 Agustus 2022 pukul 12.00 WIB, dalam 24 jam terakhir, Bitcoin(BTC) naik 1,17% ke posisi US$21.463 (Rp318,9 juta dalam asumsi kurs Rp14.858 per dolar Amerika Serikat/AS).
Kemudian, Di peringkat kedua big cap, Ethereum (ETH) menguat 1,28% ke level US$1.605 (Rp23,84 juta).
Di peringkat ketiga, Tether (USDT) turun 0,01% namun masih menempati posisi wajar stablecoin di US$1 (Rp14.858). Sementara itu, USD Coin (USDC) naik 0,02% ke harga US$1 (Rp14.858).
Binance Coin (BNB) di peringkat kelima mencatat kenaikan 3,96% ke posisi US$298,18 (Rp4,43 juta), dan Binance USD (BUSD) stagnan di level US$1 (Rp14.858).
Di peringkat ketujuh, Ripple (XRP) naik 0,87% ke harga US$0,3405 (Rp5.059) sementara Cardano (ADA) di peringkat ke delapan mengalami kenaikan 1,44% ke posisi US$0,4566 (Rp6.784).
Selanjutnya, Solana (SOL) di peringkat kesembilan mencatat kenaikan 2,52% ke level US$36,02 (Rp535.185), dan Dogecoin (DOGE) di peringkat kesepuluh mengalami penurunan 0,68% ke posisi US$0,06837 (Rp1.015).
- Ingin Cepat Kaya? Ini 6 Tips Investasi Jangka Panjang
- Pemerintah Siapkan 10.000 Vaksin untuk Cacar Monyet (Monkeypox)
- Rektor Unila Jadi Tersangka Kasus Suap, Pasang Harga Rp350 Juta per Mahasiswa Baru
Menurut trader Tokocrypto Afid Sugiono, kenaikan tipis yang terjadi pada mayoritas aset kripto big cap nampaknya disebabkan oleh kejenuhan para investor dalam melakukan aksi jual yang mana secara teknikal sudah terlihat ada pola oversold.
Akhirnya, para investor pun mulai memilih untuk melakukan akumulasi sedikit-sedikit sehingga terjadilah kenaikan tipis pada aset-aset kripto big cap.
Namun, Afid menilai bahwa tren positif ini hanya bersifat sementara karena masih banyaknya sentimen negatif yang dapat berpengaruh kepada kinerja pasar kripto, salah satunya sentimen bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) yang berencana untuk terus menaikkan suku bunga acuan sampai inflasi bisa menurun drastis.
"Melihat gerak market kripto yang mulai masuk zona hijau ini, harus disikapi dengan kehatian-hatian karena masih besar kemungkinan bersifat sementara," ujar Afid dikutip dari riset mingguan, Senin, 22 Agustus 2022.
- Kapal Berusia 400 Tahun Ditemukan Nyaris utuh di Dasar Laut
- Indonesia Terancam Hiperinflasi pada September 2022, Nilai Kurs Rupiah Ditutup Melemah Lagi
- Buruan Ikut! BUMN Indah Karya Buka Lowongan Kerja untuk 19 Posisi
Top Gainers
Di antara 100 aset kripto big cap, berikut ini lima aset yang menjadi top gainers:
1. EOS (EOS): +8,77% (US$1,52/Rp22.584)
2. Synthetix (SNX): +6,78% (US$2,96/Rp43.979)
3. Lido DAO (LDO): +5,57% (US$1,98/Rp29.418)
4. Nexo (NEXO): +4,64% (US$0,9203/Rp13.673)
5. Elrond (EGLD): +4,24% (US$54,98/Rp816.892)
Top Losers
Di antara 100 aset kripto big cap, berikut ini lima aset yang menjadi top losers:
1. Celcius (CEL): -15,28% (US$2,18/Rp32.390)
2. XDC Network (XDC): -3,26% (US$0,03076/Rp457)
3. Decred (DCR): -1,68% (US$28,69/Rp426.276)
4. Dogecoin (DOGE): -0,68% (US$0,06837/Rp1.015)
5. Ankr (ANKR): -0,71% (US$0,03731/Rp554)

Ananda Astri Dianka
Editor
