Jelang Rilis Data PDB AS, Aset Kripto Bitcoin dkk Menghijau
- Menurut pantauan Coin Market Cap, Selasa, 24 Januari 2023 pukul 10.40 WIB, Bitcoin (BTC) dalam 24 jam terakhir mengalami penguatan 1,64%.

Idham Nur Indrajaya
Author


Ilustrasi Trading Bitcoin / Pixabay.com
(Istimewa)JAKARTA - Bitcoin dan aset-aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar lainnya menghijau menjelang perilisan data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat (AS).
Menurut pantauan Coin Market Cap, Selasa, 24 Januari 2023 pukul 10.40 WIB, Bitcoin (BTC) dalam 24 jam terakhir mengalami penguatan 1,64%.
BTC dalam pantauan ini menempati posisi harga US$23.068 atau setara dengan Rp348,8 juta dalam asumsi kurs Rp15.121 per-dolar AS.
- Prakiraan Cuaca Hari Ini dan Besok untuk Wilayah DKI Jakarta
- Habis Pecat Banyak Karyawan, Elon Musk Sebut Sisa Karyawan Twitter Tinggal Segini
- 5 Rekomendasi Pecinan Sebagai Destinasi Wisata Anda
Sementara itu, aset kripto Ethereum (ETH) mencatat kenaikan 0,17%, Binance Coin (BNB) 5,4%, dan Ripple (XRP) 3,83%.
Kemudian, Binance USD (BUSD) mengalami penguatan 0,1%, Cardano (ADA) 1,64%, dan Solana (SOL) 1,01%.
Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) stagnan di posisi US$1 (Rp15.121) sementara Dogecoin (DOGE) melemah 0,23%.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, setelah perayaan Tahun Baru Imlek 2023, Bitcoin naik ke level tertinggi sejak Agustus 2022.
Salah satu faktor yang mendorong penguatan Bitcoin dan aset-aset kripto lainnya adalah tingkat inflasi tahunan yang menurun ke posisi 6,5% secara tahunan pada periode Desember 2022.
Penurunan inflasi tersebut memicu ekspektasi bahwa bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) akan melambatkan kenaikan suku bunganya.
- Lato-Lato Ternyata Berasal dari Amerika dan Eropa, Berikut Sejarahnya
- Tersambung hanya Sampai Jambi, Inilah Ruas Tol Trans Sumatra yang Terkendala Pembebasan Lahan
- Hore Libur! Pemerintah Tetapkan 23 Januari Sebagai Hari Cuti Bersama Imlek
"Sementara campuran faktor mungkin mempengaruhi perdagangan kripto yang mengesankan pada awal tahun ini, pasar berhasil mengumpulkan momentum setelah data baru yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS minggu lalu menunjukkan penurunan inflasi," papar Ibrahim dikutip dari riset harian, Selasa, 24 Januari 2023.
Ibrahim pun mengatakan saat ini pelaku pasar akan mencermati PDB AS yang datanya akan dirilis pada hari Kamis, 26 Januari 2023, yang mana tingkat pertumbuhan secara kuartalan diprediksi melambat menjadi 2,6% dari 3,2% pada kuartal III-2022.
Menurut Ibrahim, untuk perdagangan hari ini, Selasa, 24 Januari 2023, Bitcoin berpotensi diperdagangkan di kisaran US$22.461 (Rp339,6 juta) - US$23.213 (Rp351 juta).

Ananda Astri Dianka
Editor
