IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Saham Hary Tanoe Masuk Top Gainers
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus All Time High (ATH) di level 6.806 dan ditutup ke level 6.804,94 naik 73,54 poin atau 1,09% pada perdagangan Senin, 7 Februari 2022.

Merina
Author


JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan menembus All Time High (ATH) di level 6.806 dan ditutup ke level 6.804,94 naik 73,54 poin atau 1,09% pada perdagangan Senin, 7 Februari 2022.
Dilansir dari RTI Business, pergerkan indeks hari ini diiringi dengan 319 saham ditutup menghijau, 203 saham terkoreksi dan 160 saham tidak bergerak. Adapun kapitalasasi pasar IHSG hari ini mencapai Rp8.607 triliun, sedangkam volume share saham mencapai 42,598 miliar.
Pada perdagangan hari ini, net foreign buy indeks mencapai Rp1,96 triliun, sedangkan net foreign buy di pasar reguler tembus Rp2,02 triliun.
- Tanpa Repot, Ini Cara Cek Tagihan Listrik Hanya Menggunakan Ponsel
- Wijaya Karya (WIKA) Borong Proyek Milik Nusantara Infrastructure
- Badai Matahari sedang Menerjang Bumi
Adapun top grainers pada perdagangan hari ini, dipimpin oleh BCAP milik Hary Tanoesoedibjo dengan naik 33,77% dari Rp154 per lembar ke Rp206 per lembar, lalu ada SBMA naik 24,62% dari Rp260 menjadi Rp324 per lembar, kemudian CNTX naik 24,55% dari Rp220 ke Rp274 per lembar, selanjutnya ada MTSM menguat 24,44% dari Rp270 menjadi Rp336 per lembar, di bawahnya terdapat IPTV milik Hary Tanoe yang naik 21,77% dari Rp147 ke Rp179 per lembar.
Selanjutnya, saham PORT berhasil naik 21,26% dari sebelumnya Rp635 menjadi Rp770, diikuti oleh TJRA yang menghijau 19,37% dari Rp382 ke Rp456 per lembar, kemudian ada MSIN milik Hary Tanoe yang menguat 18,39% dari level Rp4.350 ke level Rp5.150 per lembar, lalu di bawahnya terdapat IATA milik Hary Tanoe yang naik 17,57% dari Rp74 ke Rp87 per lembar, terkahir di isi oleh PGUN dengan penguatan mencapai 17,00% dari Rp400 ke Rp468 per lembar.

Sukirno
Editor
