IHSG Berpeluang Turun Terbatas untuk Rebound, Inilah Rekomendasi Saham dari BNI Sekuritas Hari Ini!
- IHSG masih berada dalam tren bearish selama posisinya berada di atas 6.885.

Idham Nur Indrajaya
Author


JAKARTA – Head of Technical Analyst Research PT BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menurun relatif terbatas untuk kemudian memantul (rebound) dari kondisi oversold dan candlestick lower low pada perdagangan hari ini, Kamis, 12 Januari 2023.
Andri mengatakan, potensi ini terlihat dari pergerakan IHSG yang berada di bawah moving average jangka pendek (5 day MA) dan di bawah 6.998 (moving average jangka panjang/200 day MA) .
Pada perdagangan sebelumnya, Rabu, 11 Januari 2023, IHSG ditutup melemah 0,57% ke posisi 6.584,45.
- Ditarget Beroperasi pada 2024, 10 Perusahaan Ini Sudah Bangun Pabrik di Kawasan Industri Batang
- Outlook IKNB 2023: Tren Pembiayaan Hijau, Privatisasi Asuransi dan Konsolidasi Dapen
- Sudah Telan APBN Rp83,74 Triliun Sejak 2015, Proyek Tol Trans Sumatra Molor dari Target 2024
IHSG dikatakan oleh Andri masih berada dalam tren bearish selama posisinya berada di atas 6.885. Secara teknikal, indikator moving average convergence divergence (MACD) menunjukkan pola bearish, stochastic mengindikasikan oversold, dan candlestick lower low.
Andri mengungkapkan, apabila IHSG ditutup harian di bawah 6.850, IHSG masih berpeluang untuk terkoreksi ke posisi 6.784, 6.715, 6.621, 6.557, 6.509. Apabila IHSG alami rebound di atas 6.726, indeks berpotensi mengarah ke kisaran 6.766, 6.838, 6.953. Rentang breakout berada di 6.570-6.953.
“Level resistance pada perdagangan Kamis, 12 Januari 2023, di 6.622, 6.674, 6.726, 6.760 dengan support 6.557, 6.535, 6.509, 6.447. Perkiraan range di rentang 6.530 - 6.740,” ujar Andri dikutip dari riset harian, Kamis, 12 Januari 2023.
Sementara itu, pada perdagangan kemarin, bursa regional Asia Pasifik mencatat kinerja yang beragam di tengah penantian rilis data inflasi Amerika Serikat (AS). Nikkei dan Hang Seng menguat signifikan sementara IHSG dan TSEC Weighted Index terkoreksi.
Australia melaporkan inflasi November 2022 sebesar 7,3% secara tahunan dengan terjadinya kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya dan menjadi tanda bahwa tekanan inflasi belum mereda.
Di Amerika Serikat (AS), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat signifikan sebesar 0,80%, S&P 500 naik 1,28%, sedangkan indeks Nasdaq naik 1,76%.
Pelaku pasar semakin yakin bahwa inflasi AS akan menurun dan memberi sinyal kepada bank sentral The Federal Reserve (The Fed) bahwa kenaikan suku bunga yang telah dilakukan sebelumnya memiliki efek yang diharapkan.
Inflasi Desember 2022 diperkirakan mencapai 6,5% secara tahunan, turun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 7,1%.
Bursa Eropa pun mencatat penguatan sementara investor menanti rilis data inflasi untuk periode Desember 2022 mana angkanya diperkirakan turun dibandingkan bulan sebelumnya.
- 3 Cara Sederhana Agar Anda Bahagia
- Ingin Cepat Kaya? Coba Gaya Hidup Frugal Living
- Pemerintah Resmi Teken Kontrak Kerja Sama 2 Blok Migas di Aceh
Untuk perdagangan Kamis, 12 Januari 2023, inilah 6 rekomendasi saham dari BNI Sekuritas:
1. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Resistance: 4.430, 4.500, 4.550, 4.640.
Support: 4.360, 4.310, 4.260, 4.200.
Rekomendasi: Akumulasi buy target 4.500,4.640. Stop loss di bawah 4.250.
2. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO)
Resistance: 3.210, 3.280, 3.260, 3.480.
Support: 3.080, 2.980, 2.890, 2.750.
Rekomendasi: Buy if break 3.180 target 3.250, 3.360. Stop loss di bawah 3.080.
3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Resistance: 2.100, 2.150, 2.210, 2.270.
Support: 2.050, 2.000, 1.960, 1.925.
Rekomendasi: Buy if break 2.070 target 2.100, 2.150. Stop loss di bawah 2.000.
4. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
Resistance: 1.305, 1.345, 1.390, 1.435.
Support: 1.240, 1.200, 1.150, 1.110.
Rekomendasi: Speculative buy target 1.305, 1.350. Stop loss di bawah 1.190.
5. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
Resistance: 6.725, 6.800, 6.925, 7.000.
Support: 6.600, 6.475, 6.350, 6.200.
Rekomendasi: Buy di atas 6.675 target 6.750, 6.800. Stop loss di bawah 6.475.
6. PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR)
Resistance: 1.500, 1.525, 1.560, 1.635.
Support: 1.470, 1.445, 1.410, 1.335.
Rekomendasi: Buy 1.475-1.480 target 1.525, 1.550. Stop loss di bawah 1.400.

Laila Ramdhini
Editor
