Harga Emas Anjlok Setelah AS Berencana Luncurkan Paket Infrastruktur Rp32,6 Kuadriliun
Harga emas anjlok setelah Presiden Amerika Serikat Joe Robinette Biden berencana meluncurkan paket infrastruktur sebesar US$2,25 triliun setara Rp32,6 kuadriliun (asumsi kurs Rp14.525 per dolar AS).

Mochammad Ade Pamungkas
Author


Ilustrasi emas batangan. / Pixabay
(Istimewa)JAKARTA – Harga emas anjlok setelah Presiden Amerika Serikat Joe Robinette Biden berencana meluncurkan paket infrastruktur sebesar US$2,25 triliun setara Rp32,6 kuadriliun (asumsi kurs Rp14.525 per dolar AS).
Melansir dari AP News, Menteri Transportasi Pete Buttigieg sempat menyampaikan Presiden Biden akan meluncurkan paket infrastruktur tersebut pada Jum’at 19 Maret 2021.
Kemudian mengutip dari laman Market Insider, harga emas anjlok di bawah US$1.700 per troy ons (28,3 gram) mengikuti ekspektasi paket infrastruktur Presiden Joe Biden.
- Tidak Mampu Bayar Kupon Global, BEI Gembok Saham Garuda Indonesia
- Basis Investor Ritel Menguat, Kemenkeu Optimis SBN Ritel Diburu Investor
- 23 Perusahaan Antre IPO: Pak Erick, Masih Belum Ada BUMN di Daftar BEI
Bedasarkan data realtime Gold Price, harga emas sempat berada di angka US$1.745 per troy ons pada 19 Maret, kemudian turun menjadi US$1.685 per troy ons pada Rabu, 31 Maret 2021.
Artinya, harga emas mengalami penurunan hingga 3,43% selama 12 hari terakhir hingga Rabu, 31 Maret 2021 pukul 19.30 WIB.
Menurut Megan Horneman direktur portofolio Verdence Capital Advisors, stimulus yang telah dikeluarkan oleh Gedung Putih berpotensi mendatangkan inflasi.
“Karena stimulus fiskal dikirimkan langsung kepada warga Amerika sementara ada permintaan yang melonjak, pemborosan ekonomi, dan kekurangan pasokan,” ucap Megan Harneman.
Mengutip dari the Washington Post, paket infrastruktur Joe Biden termasuk meliputi US$650 miliar (Rp9,4 kuadriliun) untuk pembangunan infrastruktur, US$300 miliar (Rp4,3 kuadriliun) untuk infrastruktur perumahan, dan US$300 miliar lagi untuk pemulihan manufaktur AS. (SKO)
