Pasar Modal

Harga BBM Non Subsidi Turun, IHSG Berpotensi Bergerak di 7.050-7.250

  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Kamis, 1 September 2022. IHSG hari ini akan bergerak di rentang 7.050-7.250.
Ilustrasi IHSG Bursa Efek Indonesia-08.jpg
Karyawan beraktivitas di dekat layar daftar perusahaan member IDX yang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 7 Juni 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada perdagangan Kamis, 1 September 2022. IHSG hari ini akan bergerak di rentang 7.050-7.250.

Tim Analis Surya Fajar (SF) Sekuritas mengatakan, IHSG mendapatkan sentimen positif seiring penurunan harga bahan bakar non subsidi.

"Turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi berpotensi berpengaruh pada kenaikan harga bahan bakar subsidi yang tidak terlalu tinggi," kata Tim Analis SF Sekuritas dalam laporan harian, Kamis, 1 September 2022.

Selain itu, pasa juga masih menanti rilis data inflasi Agustus 2022. Di mana diperkirakan inflasi di Agustus cenderung flat yang diperkirakan sebesar 4,9%.

IHSG berhasil ditutup menguat pada perdagangan Rabu, 31 Agustus 2022. Sektor oil dan gas mengalami pelemahan, disusul dengan sektor metal yang juga mengalami kondisi yang sama sama.

Namun, sektor konstruksi mampu kembali bergerak menguat seperti PTPP 2,0%, ADHI 2,5%, dan WIKA 0,5%. Kemudian, sektor bank juga mengalami penguatan dengan BMRI 2,3%, BBRI 1,9%, dan BBCA 0,3%.

MDLN: Trading Buy
Buy: Rp116-Rp118
Stop Loss: Rp112
Target: Rp126-Rp132

MAPI: Trading Buy
Buy: Rp1.000-Rp1.010
Stop Loss: Rp990
Target: Rp1.070 - Rp1.100

BUMI: Trading Buy
Buy: Rp160-Rp168
Stop Loss: Rp152
Target: Rp200- Rp222