Pasar Modal

Gubernur The Fed Tegaskan Disinflasi Tengah Berlangsung, Rupiah Ditutup Menguat

  • Menurut data perdagangan Bloomberg, Rabu, 8 Februari 2023, nilai kurs rupiah ditutup menguat 52 poin di posisi Rp15.096 per-dolar Amerika Serikat (AS).
<p>Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar di kantor cabang Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Karyawati menunjukkan mata uang rupiah dan dolar di kantor cabang Bank Mandiri, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA - Nilai kurs rupiah ditutup menguat pada perdagangan hari ini setelah Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menegaskan bahwa disinflasi tengah berlangsung.

Menurut data perdagangan Bloomberg, Rabu, 8 Februari 2023, nilai kurs rupiah ditutup menguat 52 poin di posisi Rp15.096 per-dolar Amerika Serikat (AS).

Pada perdagangan sebelumnya, Selasa, 7 Februari 2023, nilai kurs rupiah ditutup melemah 93 poin di level Rp15.148 per-dolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS melemah pada perdagangan hari ini setelah Jerome Powell memberikan sinyal bahwa laju inflasi sudah mulai menurun.

Pada sesi tanya jawab di forum ekonomi Washington DC pada Selasa, 7 Februari 2023 waktu setempat, Powell mengatakan bahwa proses disinflasi tengah berlangsung.

"Investor bertaruh bahwa suku bunga mungkin tidak akan naik lebih jauh," ujar Ibrahim dikutip dari riset harian, Rabu, 8 Februari 2023.

Sebelumnya, dolar AS sempat mengalami reli singkat setelah laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan pertumbuhan nonfarm payroll yang melonjak sebanyak 517.000 pekerjaan.

Data tersebut menjadi variabel yang mendorong ekspektasi bahwa The Fed akan mendorong kenaikan suku bunga lebih tinggi untuk meredam potensi inflasi.

Kendati demikian, pernyataan Powell mengenai laju inflasi yang sudah mulai melambat pun menjadi variabel tambahan yang menumbuhkan ekspektasi perlambatan kenaikan suku bunga.

"Penetapan harga berjangka menunjukkan bahwa pasar mengharapkan suku bunga Fed mencapai puncak tepat di atas 5,1% pada bulan Juni," kata Ibrahim.

Menurut Ibrahim, untuk perdagangan Kami,s 9 Februari 2023, nilai kurs rupiah berpotensi menguat di rentang Rp15.080-Rp15.150 per-dolar AS.