Pasar Modal

Ekonomi AS Melambat Akibat Inflasi dan Suku Bunga, Kurs Rupiah Berpotensi Menguat

  • Menurut data perdagangan Bloomberg, Selasa, 24 Januari 2023, nilai kurs rupiah dibuka menguat 40 poin di posisi Rp15.035 per-dolar AS.
<p>Karyawati menunjukkan mata uang Dolar Amerika dan Rupiah di salah satu teller bank, di Jakarta, Rabu, 3 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Karyawati menunjukkan mata uang Dolar Amerika dan Rupiah di salah satu teller bank, di Jakarta, Rabu, 3 Maret 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA - Nilai kurs rupiah berpotensi menguat menjelang perilisan data yang diperkirakan menunjukkan perlambatan ekonomi Amerika Serikat (AS) akibat inflasi yang tinggi dan suku bunga yang agresif.

Menurut data perdagangan Bloomberg, Selasa, 24 Januari 2023, nilai kurs rupiah dibuka menguat 40 poin di posisi Rp15.035 per-dolar AS.

Pada perdagangan sebelumnya, Jumat, 20 Januari 2023, nilai kurs rupiah ditutup melemah menguat 29 poin di level Rp15.075 per-dolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, beberapa pejabat bank sentral AS alias The Federal Reserve (The Fed) mengeluarkan sinyal bahwa kenaikan suku bunga berpotensi untuk melambat.

Akan tetapi, mereka pun memperingatkan bahwa biaya pinjaman yang tinggi kemungkinan akan bertahan lebih lama.

"Tetapi, kenaikan dolar AS terbatas karena banyak data yang menunjukkan bahwa ekonomi AS melambat dalam menghadapi inflasi tinggi dan kebijakan moneter ketat," ujar Ibrahim dikutip dari riset harian, Selasa, 24 Januari 2023.

Dalam risetnya yang lain, Ibrahim mengatakan saat ini fokus pelaku pasar beralih kepada data produk domestik bruto (PDB) AS yang akan dirilis Kamis, 26 Januari 2023.

Data PDB tersebut diperkirakan akan melaprkan pertumbuhan kuartalan AS yang melambat menjadi 2,6% dari 3,2% pada kuartal III-2022.

Sementara itu, di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memperkirakan perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan berlanjut karena didorong oleh permintaan domestik yang menguat.

Konsumsi rumah tangga diperkirakan akan tumuh lebih tinggi pascapenghapusan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sementara investasi diperkirakan akan membaik karena didorong oleh pemulihan prospek bisnis.

"Investasi juga diperkirakan akan membaik, didorong oleh membaiknya prospek bisnis, meningkatnya aliran masuk penanaman modal asing, serta berlanjutnya penyelesaian proyek strategis nasional," kata Ibrahim.

Untuk perdagangan hari ini, Selasa, 24 Januari 2023, Ibrahim memperkirakan nilai kurs rupiah ditutup menguat di kisaran Rp15.050-Rp15.130 per-dolar AS.