perang
Ini Fakta Taktik False Flag Operasi Militer Rusia
JAKARTA – Istilah False Flag atau bendera palsu sering muncul akhir-akhir ini. Amerika Serikat dan sekutunya telah menuduh Rusia menyiapkan operasi tersebut di tengah ketegangan yang terus terjadi di perbatasan Ukraina.
Tapi apa sebenarnya operasi false flag itu? Dan apakah Rusia memang sering menggunakan pendekatan ini untuk menyamarkan niatnya? Mari kita bahas.
Secara singkat bendera palsu adalah sebuah taktik untuk mencari alasan sebuah negara bisa menyerang negara lain. Operasi ini membuat sebuah peristiwa yang seolah-olah negara lain melakukan serangan yang memang layak untuk dibalas. Alasan ini perlu agar dia tidak terlalu disudutkan oleh banyak negara lain karena melakukan invasi.
- Diprotes Pembalap, PP Presisi (PPRE) Aspal Ulang Sirkuit MotoGP Mandalika
- Konser Musik Prambanan Jazz 2022 Dukung Pemulihan Pariwisata Indonesia
- Gurita Bisnis Hary Tanoe Makin Besar, Kini Rambah Modal Ventura, Crowd Funding, dan Kripto
Istilah Bendera palsu juga sudah datang dari sekitar abad ke-16. Diperkirakan penggunaan istilah ini datang dari para bajak laut. Perompak akan mengibarkan bendera persahabatan sambil mendekati kapal dagang untuk membuat mereka merasa aman. Saat dekat, baru para bajak laut itu menyerang. Ini operasi bendera palsu dalam arti yang sebenarnya.
Tetapi dalam pengertian modern, cakupan bendera palsu telah berkembang dalam berbagai bentuknya. Mereka digunakan ketika suatu negara ingin menghindari pembalasan internasional atau kritik publik yang tajam atas tindakan militer yang agresif.
Intinya adalah bagaimana negara itu tidak disebut menyerang, tetapi membela diri. Dan itu dilakukan dengan cara licik. Contoh gampang, anda menonjok wajah kawan sendiri kemudian berteriak-teriak bahwa yang melakukan itu adalah kelompok lain. Alasan untuk menyerang pun dianggap sah. Kurang lebih demikian.
