Taktik Cuan Saat IHSG Merah dan Asing Net Buy Rp1,01 T
- IHSG melemah di tengah ketidakpastian global, investor asing malah net buy Rp1,01 triliun. Intip daftar saham incaran asing dan proyeksi pasar jelang Lebaran.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup melemah pada level 7.362 pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026, akibat ketidakpastian kondisi global. Meskipun indeks komposit terkoreksi sebesar 0,36%, investor asing justru terpantau melakukan aksi beli bersih bernilai fantastis mencapai Rp1,01 triliun.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan saham harian tercatat mencapai angka 26,81 miliar unit saham. Nilai transaksi secara keseluruhan menyentuh Rp13,38 triliun dengan catatan sebanyak 461 saham ditutup melemah yang akhirnya menjadi pemberat utama pergerakan indeks komposit secara masif.
Phintraco Sekuritas menilai pelemaha IHSG dipicu oleh depresisasi nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp16.886 per dolar AS menuntut investor agar lebih selektif menyusun portofolio. Sentimen negatif ini semakin diperparah oleh memanasnya konflik militer kawasan Timur Tengah yang berpotensi memicu lonjakan angka inflasi domestik secara masif.
Alhasil, ancaman krisis energi tersebut mendorong harga minyak mentah dunia menembus level psikologis US$100 per barel. Tekanan harga komoditas global ini menjadi faktor pemberat bagi ratusan saham di bursa domestik. "Tiga kapal di lepas pantai Iran telah terkena proyektil," tulis riset Phintraco pada Jumat, 13 Maret 2026.
Di sisi lain, menjelang libur panjang Lebaran pada pertengahan pekan depan para pelaku pasar modal cenderung melakukan aksi ambil untung guna memenuhi kebutuhan dana tunai. Fenomena musiman ini seringkali memicu penurunan volume perdagangan saham harian akibat banyaknya investor yang memilih untuk berlibur.
Strategi Aman Amankan Portofolio
Para investor sebaiknya memandang periode libur ini sebagai momentum untuk melakukan penyeimbangan ulang portofolio investasi agar tetap aman dari risiko pasar. Sikap konservatif diperlukan guna menghindari potensi gejolak harga saham global saat bursa domestik sedang libur.
Secara teknikal indikator momentum masih menunjukkan tren pelemahan setelah indeks sempat menyentuh level tertinggi harian pada 7.436. Para pedagang saham disarankan ekstra waspada saat indeks menguji level pertahanan. "Indikator Stochastic RSI dan MACD masih cenderung melemah," jelas analis Phintraco Sekuritas.
Menyikapi tingginya tekanan jual bursa saat ini, Phintraco menyarankan investor tetap disiplin menerapkan taktik akumulasi beli bertahap pada saham berfundamental kuat. Pilihan utama jatuh pada emiten konsumsi maupun properti yang mencakup saham berkode ULTJ, UNVR, TOBA, WIFI, serta saham BSDE.
Daftar Akumulasi Saham Investor Asing
Menariknya, di tengah tekanan jual bursa saat ini, investor asing justru terpantau melakukan aksi beli bersih bernilai fantastis mencapai Rp1,01 triliun. Aliran modal masuk ini menunjukkan kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi nasional tetap terjaga kuat meskipun bursa domestik sedang terkoreksi.
Investor global mencatatkan akumulasi beli bersih terbesar pada saham sektor pertambangan energi melalui emiten ADRO senilai Rp209,73 miliar. Disusul oleh emiten AADI sebesar Rp196,34 miliar, BMRI senilai Rp184,83 miliar, ITMG Rp108,48 miliar, serta perbankan swasta raksasa BBCA Rp100,45 miliar.
Aksi borong saham juga menyasar emiten telekomunikasi TLKM senilai Rp59,6 miliar dan Astra International Rp48,92 miliar. Melengkapi daftar sepuluh besar terdapat saham UNTR sebesar Rp47,87 miliar, PTBA senilai Rp46,85 miliar, serta emiten telekomunikasi seluler ISAT sebesar Rp39,14 miliar.

Alvin Bagaskara
Editor
