Sinyal Bullish ADRO dan MEDC Menguat di Tengah Gairah IHSG
- Analisis naratif IHSG 11 Maret 2026: Prediksi pergerakan indeks di level 7.370-7.585 dan ulasan teknikal saham pilihan ADRO, MEDC, PGAS, hingga SMGR.

Ananda Astri Dianka
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026, diprediksi masih memiliki napas positif untuk melanjutkan tren penguatannya.
Setelah menutup perdagangan sebelumnya dengan impresif, melonjak 1,41% ke level 7.441 indeks kini diperkirakan akan bergerak dalam rentang konsolidasi yang sehat dengan target uji resistance di level 7.585.
Optimisme pasar ini tidak lepas dari performa sektoral yang solid, terutama pada kelompok Basic Materials yang terbang 4,42% dan sektor industri yang naik 2,86%. Meskipun investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp2,6 triliun, kekuatan domestik yang dimotori oleh saham-saham seperti BRMS, BBCA, dan BMRI berhasil menjaga stabilitas indeks.
Di sisi lain, penguatan nilai tukar rupiah ke level Rp16.861 per dolar AS turut memberikan sentimen positif bagi kepercayaan diri pasar pagi ini. Dalam dinamika ini, Ciptadana Sekuritas Asia melihat adanya peluang menarik pada sejumlah saham yang menunjukkan sinyal teknikal kuat. Berikut adalah analisis naratif untuk empat emiten pilihan hari ini:
Energi dan Gas: Peluang di Balik Koreksi Sehat
Dua raksasa energi, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), menjadi sorotan utama. ADRO saat ini tengah berada dalam fase konsolidasi yang matang di kisaran Rp2.280 hingga Rp2.380.
Selama harga mampu bertahan di atas batas bawah tersebut, struktur tren naiknya tetap terjaga dengan potensi kembali menguji level Rp2.500. Senada dengan ADRO, MEDC juga memperlihatkan pola koreksi normal setelah sempat mencapai puncaknya di awal tahun.
Harga yang kini berada di area Rp1.725 dianggap sebagai titik rebound yang ideal mengingat tren jangka menengahnya yang masih bullish. Sementara itu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sedang menghadapi ujian di zona support penting Rp1.800–Rp1.845.
Meski tekanan jual jangka pendek masih terasa, indikator stochastic yang memasuki area jenuh jual (oversold) memberikan sinyal bahwa pembalikan harga (technical rebound) bisa terjadi sewaktu-waktu.
Manufaktur: SMGR Mulai Bangkit dari Dasar
Di sektor material dasar, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menunjukkan tanda-tabel kebangkitan yang signifikan. Setelah sempat mengalami tekanan jual yang cukup tajam hingga menyentuh Rp2.450, saham ini terlihat mulai memantul.
Kenaikan 5,16% pada perdagangan kemarin menjadi bukti bahwa pembeli mulai dominan mempertahankan area support tersebut, membuka jalan bagi SMGR untuk mengejar target profit di level Rp2.860.
Grafik Pergerakan IHSG
Sumber: riset Ciptadana Sekuritas
Pergerakan pasar hari ini akan menjadi ajang pembuktian bagi IHSG untuk bertahan di atas zona support 7.370. Bagi investor jangka pendek, strategi speculative buy pada ADRO, MEDC, dan SMGR, serta buy on weakness pada PGAS dapat dipertimbangkan. Namun, disiplin pada level stop loss tetap menjadi kunci utama di tengah fluktuasi pasar yang masih dinamis.

Ananda Astri Dianka
Editor
