Siapkan Dividen Interim, Ini Rekam Jejak Dividen BMRI Sejak 2021
- Dividen interim BMRI 2026 mencapai Rp6,16 triliun. Simak jadwal pembagian, tren payout ratio hingga 79%, serta aliran dividen ke Danantara.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham dengan total nilai mencapai Rp6,16 triliun.
Pembayaran dividen interim Bank Mandiri dijadwalkan pada 2 Oktober 2026. Dividen tersebut menggunakan laporan keuangan per 30 Juni 2026, ketika perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp30,41 triliun.
Pembagian dividen interim ini menjadi perhatian investor karena Bank Mandiri dalam dua tahun terakhir meningkatkan porsi laba yang dibagikan kepada pemegang saham. Setelah sebelumnya mempertahankan dividend payout ratio di sekitar 60%, rasio tersebut meningkat menjadi 78% pada 2024 dan 79% pada 2025.
Berikut jadwal lengkap pembagian dividen interim BMRI tahun buku 2026,
- 15 September 2026: Cum dividen pasar reguler dan negosiasi.
- 16 September 2026: Ex dividen pasar reguler dan negosiasi.
- 17 September 2026: Cum dividen pasar tunai dan recording date.
- 18 September 2026: Ex dividen pasar tunai.
- 2 Oktober 2026: Pembayaran dividen.
Baca juga : Data dan Analisis Harga Emas Antam Hari Ini 8 September 2026
Rekam Jejak Dividen Bank Mandiri
Kebijakan dividen Bank Mandiri dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan peningkatan nilai dividen per saham. Perseroan sebelumnya memiliki kebijakan membagikan minimal 45% dari laba bersih tahunan sebagai dividen.
Dalam periode 2021–2023, dividend payout ratio Bank Mandiri berada di sekitar 60%. Namun, rasio tersebut kemudian meningkat signifikan.
- 2021: Dividen per saham Rp360,64 dengan dividend payout ratio sekitar 60%.
- 2022: Dividen per saham Rp529,34 dengan dividend payout ratio sekitar 60%.
- 2023: Dividen per saham Rp353,96 dengan dividend payout ratio sekitar 60%.
- 2024: Dividen per saham Rp466,18 dengan dividend payout ratio meningkat menjadi 78%.
- 2025: Dividen per saham Rp476,95 dengan dividend payout ratio mencapai 79%.
Pada 2025, Bank Mandiri membagikan total dividen sebesar Rp44,47 triliun dari laba bersih konsolidasi sekitar Rp56,3 triliun. Nilai tersebut menjadi salah satu pembagian dividen terbesar dalam sejarah perseroan.
Kenaikan payout ratio membuat semakin besar bagian laba yang dialokasikan kepada pemegang saham. Kondisi ini juga meningkatkan daya tarik BMRI bagi investor yang mengejar pendapatan dari dividen.
Berapa Dividen BMRI yang Mengalir ke Danantara?
Perubahan struktur kepemilikan BUMN melalui pembentukan BPI Danantara juga membuat aliran dividen Bank Mandiri menjadi perhatian. Danantara melalui entitas pemegang saham pengendali memiliki sekitar 52% saham Bank Mandiri, atau sekitar 48,53 miliar saham.
Dengan kepemilikan tersebut, Danantara juga menerima bagian terbesar dari dividen yang dibagikan Bank Mandiri. Pada pembagian dividen tahun buku 2025, porsi sekitar 52% setara dengan kurang lebih Rp22,63 triliun.
Sementara itu, dari dividen interim 2026 sebesar Rp6,16 triliun, porsi yang secara matematis setara dengan 52% mencapai sekitar Rp3,2 triliun, dengan catatan angka aktual mengikuti jumlah saham yang berhak menerima dividen. Sebagai perbandingan, pada 2025 Bank Mandiri menjadi salah satu penyumbang dividen terbesar bagi Danantara, setelah Pertamina.
Baca juga : Melemah, 1 Dolar AS Berapa Rupiah Hari Ini 8 September 2026?
Salah satu pertanyaan yang muncul adalah apakah masuknya Danantara sebagai pengendali BUMN membuat porsi dividen Bank Mandiri meningkat. Data historis menunjukkan adanya peningkatan payout ratio dalam dua tahun terakhir. Dari sekitar 60% pada 2020–2023, rasio tersebut naik menjadi 78% pada 2024 dan 79% pada 2025.
Baca juga : 17 September 2026: Cum dividen pasar tunai dan recording date.
Artinya, dibandingkan periode sebelumnya, proporsi laba bersih Bank Mandiri yang dibagikan kepada pemegang saham memang menjadi lebih besar.
Kecenderungan tersebut juga sejalan dengan perhatian S&P Global Ratings terhadap kebijakan dividen bank-bank BUMN. S&P mencatat rasio pembayaran dividen tiga bank BUMN, termasuk Bank Mandiri, meningkat ke kisaran 65%–85% dari laba bersih, dibandingkan sekitar 50%–60% sebelumnya.
Namun, kenaikan payout ratio tidak serta-merta berarti rasio tersebut akan bertahan dalam jangka panjang. Di sisi lain, pembagian dividen dalam jumlah besar memiliki konsekuensi terhadap posisi permodalan bank.
S&P Global Ratings memperingatkan bahwa kenaikan payout ratio dapat memberikan tekanan terhadap capital adequacy ratio (CAR) bank. Berdasarkan analisis S&P, kenaikan pembayaran dividen dapat mengurangi CAR sekitar 100 basis points atau 1 poin persentase per tahun, dengan asumsi faktor lainnya tetap.
Hal ini terjadi karena laba yang tidak ditahan di dalam perusahaan tidak dapat digunakan untuk memperkuat modal secara internal.
Bagi bank, modal memiliki fungsi penting sebagai bantalan untuk menghadapi risiko sekaligus mendukung ekspansi kredit. Karena itu, semakin besar laba yang dibagikan sebagai dividen, semakin kecil bagian laba yang dapat ditahan untuk memperkuat permodalan.
Meski demikian, S&P menilai peningkatan payout ratio tersebut berpotensi bersifat temporer. Kebijakan dividen tinggi dapat menjadi bagian dari mekanisme pendanaan awal Danantara dan tidak selalu mencerminkan perubahan permanen dalam kebijakan pembagian laba bank.
Baca juga : Pembukaan LQ45 Hari Ini: BUMI dan MBMA Terbang, BBNI Tiarap
Apakah Dividen BMRI Akan Terus Naik?
Kinerja dividen Bank Mandiri menunjukkan bahwa dividen per saham cenderung meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, besarnya dividen yang akan dibagikan ke depan tetap bergantung pada laba bersih, kebutuhan modal, pertumbuhan kredit, kualitas aset, dan keputusan pemegang saham.
Dividen interim 2026 sebesar Rp66 per saham juga belum bisa dijadikan patokan untuk memperkirakan total dividen BMRI tahun buku 2026. Besarnya dividen final nantinya akan ditentukan berdasarkan kinerja keuangan Bank Mandiri sepanjang 2026 dan keputusan pembagian laba perseroan.
Bagi investor ritel, kenaikan dividend payout ratio berarti semakin besar bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham. Kondisi ini tentu dapat menjadi daya tarik bagi investor yang mengincar pendapatan dari dividen. Namun, investor tetap perlu melihat apakah pembagian dividen yang besar tidak mengurangi kemampuan Bank Mandiri untuk memperkuat modal dan mengembangkan bisnisnya.
Dengan demikian, dividen BMRI memang cenderung meningkat dan porsi laba yang dibagikan sebagai dividen juga lebih besar dalam dua tahun terakhir. Meski begitu, investor masih perlu mencermati apakah payout ratio yang tinggi ini akan terus dipertahankan atau kembali turun pada tahun-tahun berikutnya.

Muhammad Imam Hatami
Editor
