Rekomendasi Saham yang Berpotensi Cuan Selama Ramadan
- Simak rekomendasi emiten yang berpotensi cuan selama Ramadan, didorong kenaikan konsumsi dan momentum musiman pasar saham.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Periode Ramadan hingga Lebaran secara historis kerap menjadi momentum positif bagi pasar saham Indonesia, terutama pada sektor-sektor yang terdorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat.
Lonjakan belanja kebutuhan pokok, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR), serta tradisi mudik menjadi faktor utama yang mendorong kinerja sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sejumlah analisis pasar menunjukkan adanya pola musiman yang dikenal sebagai Ramadan Effect, di mana pasar saham di negara mayoritas Muslim cenderung mencatatkan imbal hasil lebih baik dengan volatilitas yang relatif lebih rendah. Kondisi ini didorong oleh sentimen optimisme, meningkatnya aktivitas ekonomi, serta perputaran uang yang lebih besar di sektor konsumsi.
Dilansir TrenAsia dari berbagai sumber, Jumat, 6 Februari 2026, berikut sederet emiten yang berpotensi cuan akibat Ramadan effect,
Emiten FMCG
Sektor barang konsumsi (FMCG) menjadi salah satu yang paling diuntungkan selama Ramadan. Peningkatan permintaan makanan, minuman, dan kebutuhan pokok mendorong kinerja emiten seperti PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Ultrajaya Milk Industry Tbk (ULTJ), hingga PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA).
Secara historis, penjualan FMCG selama Ramadan dapat meningkat signifikan seiring meningkatnya konsumsi rumah tangga.
Emiten Ritel
Selain FMCG, sektor ritel juga kerap mencuri perhatian investor. Tradisi membeli pakaian baru, perlengkapan rumah, hingga gadget untuk menyambut Lebaran mendorong kinerja emiten ritel seperti PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Matahari Department Store Tbk (LPPF).
Tak ketinggalan, emiten ritel elektronik seperti PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (ERAL) juga berpotensi alami lonjakan. Aktivitas belanja biasanya mulai meningkat beberapa pekan sebelum Ramadan dan mencapai puncaknya menjelang Idulfitri.
Emiten Transportasi
Momentum Ramadan juga berdampak pada sektor transportasi dan logistik, seiring meningkatnya arus mudik dan distribusi barang. Emiten seperti PT Jasa Marga Tbk (JSMR) di sektor jalan tol serta PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) di sektor logistik dan rental kendaraan berpotensi mendapat sentimen positif dari lonjakan mobilitas masyarakat.
Emiten Telekomunikasi
Sementara itu, sektor telekomunikasi turut diuntungkan oleh peningkatan penggunaan data selama libur panjang, dengan emiten seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) menjadi sorotan.
Meski demikian, analis mengingatkan bahwa investasi berbasis momentum musiman tetap membutuhkan strategi yang cermat. Pergerakan harga saham sering kali sudah mengantisipasi momen Ramadan lebih awal, sehingga investor perlu memperhatikan waktu masuk pasar.
Selain itu, kondisi makroekonomi seperti inflasi dan daya beli masyarakat turut menentukan seberapa besar dampak positif Ramadan terhadap kinerja emiten. Investor juga diimbau untuk tetap melakukan riset mendalam dan mempertimbangkan risiko, mengingat tidak semua saham akan bergerak searah dengan pola historis.

Muhammad Imam Hatami
Editor
