Tren Pasar

Rekomendasi Saham Hari Ini: BBRI, MLPL, dan NCKL

  • Analis Bareksa merekomendasikan BBRI, MLPL, dan NCKL sebagai saham pilihan trading hari ini, seiring peluang lanjutan penguatan IHSG.
Ilustrasi Bank BRI .jpg
Logo Bank BRI, di Jakarta. Foto: Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Tim Analis Bareksa merekomendasikan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Multipolar Tbk (MLPL), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) sebagai pilihan trading hari ini, Rabu, 14 Januari 2026. Peluang penguatan lanjutan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai masih terbuka seiring sinyal teknikal yang tetap positif.

BBRI direkomendasikan beli secara akumulatif di kisaran Rp3.690–3.720. Pada perdagangan Selasa (13/1), saham bank pelat merah ini menguat 0,54% ke level Rp3.720. Target ambil untung berada di Rp3.780 dan Rp3.820, dengan batas kerugian di Rp3.620.

Sementara itu, MLPL direkomendasikan beli untuk trading di rentang Rp152–156. Saham emiten elektronik Grup Lippo ini melonjak 7,59% ke Rp156 pada perdagangan sebelumnya. Target ambil untung dipatok di Rp167 dan Rp173, dengan stop loss di Rp145.

Adapun NCKL disarankan beli untuk trading pada kisaran Rp1.280–1.325. Saham emiten tambang nikel tersebut menguat 1,92% ke level Rp1.325 pada 13 Januari. Target ambil untung berada di Rp1.375 dan Rp1.400, sementara batas risiko di Rp1.250.

Tabel Rekomendasi Saham

Stock Pick (Rp)BBRI
 
MLPL
 
​NCKL
 
Last Price3.7201561.325
RecommendationAccumulative BuyTrading BuyTrading Buy
Entry Range3.6901521.280
3.7201561.325
Target Price (TP) 13.7801671.375
Target Price (TP) 23.8201731.400
Stop Loss3.6201451.250

Sumber: Tim Analis Bareksa, last price per 13/1/2026

Dari sisi pasar, IHSG ditutup menguat 64 poin atau 0,71% ke level 8.948 pada perdagangan Selasa (13/1). Berdasarkan riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia (14/1), pergerakan IHSG diperkirakan berada di rentang 8.841–8.957, dengan saham ASII, TLKM, dan MBMA menjadi penopang utama kenaikan.

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren naik kuat untuk jangka menengah hingga panjang. Indeks terus membentuk level tertinggi dan terendah yang semakin tinggi, serta bergerak di atas rata-rata pergerakan 55 hari (SMA 55).

Koreksi yang sempat terjadi dinilai masih wajar dan sehat, bukan sinyal pembalikan arah. Selama IHSG mampu bertahan di atas level support 8.525, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka, meski pasar berpotensi bergerak konsolidatif dalam jangka pendek.

Level teknikal yang perlu diperhatikan pelaku pasar meliputi resistance di 9.000–9.003, dengan target lanjutan di kisaran 9.200–9.300 apabila level tersebut berhasil ditembus.