RAJA, PGAS, dan MEDC jadi Pilihan Saat Konflik AS–Venezuela
- Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela membuka peluang penguatan harga minyak dunia.

Ananda Astri Dianka
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Tim Analis Bareksa merekomendasikan saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebagai pilihan trading pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026. Rekomendasi ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak.
Pasar global saat ini dibayangi eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela. Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dilaporkan ditahan di New York pada Minggu, 4 Januari 2026, setelah otoritas AS melakukan operasi penangkapan besar yang disebut-sebut atas perintah langsung Presiden Donald Trump. Maduro kini menghadapi proses hukum terkait dugaan kejahatan narkotika.
Situasi kian memanas setelah Trump menyatakan AS akan mengambil alih pengelolaan minyak Venezuela. Pernyataan tersebut memicu kecaman internasional dan menimbulkan kekhawatiran akan potensi intervensi militer, mengingat Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, mencapai sekitar 303 miliar barel, melampaui Arab Saudi dan Iran. Kondisi ini membuka peluang kenaikan harga minyak dunia, yang berpotensi menjadi sentimen positif bagi saham-saham sektor migas di Indonesia.
1. RAJA: Beli untuk Trading
Saham PT Rukun Raharja Tbk ditutup menguat 3,27% ke level Rp6.300 pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2026. Emiten energi terintegrasi yang terafiliasi dengan konglomerat Happy Hapsoro ini direkomendasikan beli untuk trading di kisaran Rp6.175–6.325. Target ambil untung berada di level Rp6.600 dan Rp6.800, dengan batas stop loss di Rp5.800.
2. PGAS: Beli Saat Koreksi
Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk naik 1% ke level Rp1.930. Anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang transmisi dan distribusi gas bumi ini direkomendasikan beli saat harga terkoreksi di area Rp1.900–1.920. Target harga berada di Rp1.960 dan Rp2.000, sementara stop loss dipasang di Rp1.860.
3. MEDC: Beli Spekulatif
Sementara itu, saham PT Medco Energi Internasional Tbk melonjak 7,8% ke Rp1.450. Emiten migas yang didirikan Arifin Panigoro dan terafiliasi dengan Grup Salim ini direkomendasikan untuk beli spekulatif di rentang Rp1.420–1.440. Target ambil untung berada di Rp1.480 dan Rp1.500, dengan stop loss di Rp1.360.
Pada perdagangan Jumat, 2 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,17% ke level 8.748. Kenaikan indeks ditopang aksi beli bersih investor asing yang mencapai Rp1,1 triliun.
Berdasarkan riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia, sektor saham yang mencatat penguatan terbesar berasal dari transportasi dan logistik yang naik 6,56%, disusul teknologi sebesar 4,47% dan konsumer siklikal 3,47%. Sebaliknya, sektor keuangan dan kesehatan masih tertinggal masing-masing turun 0,87% dan 0,58%.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menjadi penggerak utama indeks, di antaranya PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melesat 14,75% ke Rp420, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) naik 7,27% ke Rp1.180, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat 5,84% ke Rp6.800.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah terpantau melemah 35 poin ke posisi Rp16.725 per dolar AS. Secara teknikal, IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan bergerak dalam rentang support 8.700 dan resistance di level 8.850.

Ananda Astri Dianka
Editor
