Raih Rating A+++ Bappebti, Valbury Proyeksi Emas Tetap Menarik di Q3 2026
- Valbury memperoleh rating A+++ dari Bappebti dan memproyeksikan emas tetap menjadi aset safe haven favorit di tengah volatilitas pasar global pada kuartal III 2026.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID--Ketidakpastian ekonomi global, arah kebijakan suku bunga bank sentral, hingga tensi geopolitik diperkirakan masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan sepanjang kuartal III 2026.
Dalam kondisi tersebut, emas diproyeksikan tetap menjadi salah satu aset yang paling diminati investor sebagai instrumen lindung nilai (safe haven). Pandangan tersebut disampaikan PT Valbury Asia Futures (Valbury) yang juga baru memperoleh rating A+++ dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Peringkat tertinggi tersebut diberikan berdasarkan penilaian terhadap aspek kepatuhan, stabilitas perusahaan, pengawasan transaksi, tata kelola internal, hingga perlindungan nasabah.
Head of Marketing & Communication Valbury, Caroline Haryono, mengatakan penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memperkuat kualitas layanan sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai perdagangan berjangka.
"Rating A+++ dari Bappebti merupakan hasil dari kepercayaan nasabah dan komitmen seluruh tim dalam membangun ekosistem trading yang sehat. Namun bagi kami, pencapaian ini juga menjadi tanggung jawab untuk terus meningkatkan pelayanan dan memperluas edukasi kepada masyarakat," ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Valbury akan melanjutkan program edukasi melalui roadshow di sejumlah kota besar, antara lain Makassar, Medan, Bandung, dan Jakarta hingga November 2026. Sebelumnya, perusahaan telah menggelar kegiatan serupa di Pontianak, Semarang, Solo, Surabaya, dan Bali.
Menurut Caroline, kegiatan tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap literasi keuangan serta pemahaman mengenai perdagangan berjangka komoditas.
Outlook Pasar Kuartal III
Tim riset Valbury menilai volatilitas pasar masih akan tinggi pada kuartal III, setelah sepanjang April hingga Juni pasar dipengaruhi dinamika kebijakan moneter global dan perkembangan geopolitik.
Untuk pasar komoditas, emas diperkirakan tetap menjadi aset yang banyak diburu investor di tengah ketidakpastian ekonomi global serta proses penyesuaian kebijakan suku bunga berbagai bank sentral.
Sementara itu, pada pasar keuangan global, saham-saham blue-chip Amerika Serikat dan pasangan mata uang utama (major currencies) diperkirakan masih menawarkan likuiditas tinggi dan peluang transaksi bagi pelaku pasar.
"Kuartal III menjadi periode yang cukup penting bagi pelaku pasar. Kami melihat volatilitas masih tinggi sehingga peluang tetap terbuka, terutama bagi investor dan trader yang mampu mengelola risiko dengan baik," kata Caroline.
Menurut Valbury, kombinasi edukasi, dukungan teknologi perdagangan, dan peningkatan kualitas layanan diharapkan dapat membantu nasabah mengambil keputusan investasi yang lebih terukur di tengah dinamika pasar global.

Chrisna Chanis Cara
Editor
