Tren Pasar

Pilih Emas atau Perak? Ini Kelebihan dan Risikonya

  • Emas cocok untuk investor konservatif, perak lebih agresif. Pahami kelebihan dan kekurangannya di sini.
Perak dan Emas.
Perak dan Emas. (physicalgold.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh gejolak geopolitik, inflasi, dan fluktuasi pasar keuangan membuat investasi logam mulia jadi salah satu pilihan aman. Selama ini, emas dikenal sebagai primadona aset lindung nilai. Namun, perak mulai dilirik sebagai alternatif investasi yang dinilai lebih terjangkau, khususnya bagi investor ritel.

Meski sama-sama tergolong logam mulia, emas dan perak memiliki karakter, fungsi, serta tingkat risiko yang berbeda. Pemahaman terhadap perbedaan tersebut menjadi kunci bagi investor dalam menentukan strategi investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risikonya.

Dilansir TrenAsia dari berbagai sumber, berikut sederet perbedaan, kelebihan, dan kekurangan Emas dan Perak.

1. Fungsi Berbeda, Karakter Berbeda

Emas selama ini dikenal memiliki fungsi utama sebagai penyimpan nilai. Logam mulia ini banyak digunakan sebagai pelindung inflasi, cadangan devisa negara, serta perhiasan. Dalam situasi krisis ekonomi atau ketidakpastian global, emas cenderung diburu karena nilainya relatif stabil dan diterima luas secara internasional.

Sementara itu, perak memiliki karakter yang berbeda. Selain berfungsi sebagai instrumen investasi, perak juga menjadi bahan baku penting bagi sektor industri, mulai dari elektronik, panel surya, hingga peralatan medis. 

Ketergantungan pada sektor industri inilah yang membuat harga perak lebih sensitif terhadap siklus ekonomi global.

2. Perbedaan Harga dan Akses Investasi

Dari sisi harga, emas relatif lebih mahal sehingga membutuhkan modal awal yang lebih besar. Kondisi ini membuat sebagian investor ritel mencari alternatif investasi lain yang lebih terjangkau.

Perak hadir sebagai pilihan dengan harga yang lebih rendah, sehingga memungkinkan investor masuk dengan dana terbatas. Namun, harga yang lebih murah juga sejalan dengan karakter perak yang memiliki volatilitas lebih tinggi dibandingkan emas.

3. Risiko dan Volatilitas

Pergerakan harga emas cenderung lebih stabil dan sering dijadikan aset defensif ketika pasar keuangan bergejolak. Karena itu, emas umumnya cocok bagi investor dengan profil risiko konservatif hingga moderat.

Sebaliknya, perak memiliki pergerakan harga yang lebih fluktuatif karena dipengaruhi oleh sentimen pasar dan permintaan industri. Kondisi tersebut membuka peluang imbal hasil yang lebih besar, namun juga diiringi risiko yang lebih tinggi.

4. Likuiditas dan Kemudahan Transaksi

Dari sisi likuiditas, emas unggul karena sangat mudah diperjualbelikan. Transaksi emas dapat dilakukan di bank, pegadaian, maupun toko emas, dengan standar kualitas yang relatif seragam sehingga memudahkan penentuan harga.

Perak memiliki likuiditas yang lebih terbatas. Tidak semua lembaga keuangan atau toko menerima jual beli perak, dan selisih harga jual–beli (spread) cenderung lebih lebar dibandingkan emas. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor sebelum memilih perak sebagai instrumen investasi utama.

5. Kelebihan dan Kekurangan Emas

Sebagai instrumen investasi, emas menawarkan sejumlah keunggulan, antara lain nilai yang relatif stabil, ketahanan terhadap inflasi, serta likuiditas tinggi. Emas juga cocok untuk investasi jangka panjang dan sering digunakan sebagai pelindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.

Namun, kelemahan emas terletak pada kebutuhan modal awal yang relatif besar, terutama bagi investor pemula.

6. Kelebihan dan Kekurangan Perak

Perak memiliki keunggulan utama dari sisi harga yang lebih terjangkau, sehingga lebih mudah diakses oleh investor ritel. Volatilitasnya yang tinggi juga membuka peluang imbal hasil yang lebih besar, terutama ketika permintaan industri meningkat.

Di sisi lain, perak memiliki likuiditas yang lebih rendah dan risiko fluktuasi harga yang lebih tajam dibandingkan emas, sehingga membutuhkan kesiapan mental dan strategi yang lebih matang.

7. Menyesuaikan dengan Tujuan Investasi

Pemilihan antara emas dan perak sangat bergantung pada tujuan investasi. Investor yang mengutamakan stabilitas dan perlindungan nilai umumnya memilih emas sebagai aset utama. Emas juga sering digunakan untuk menyeimbangkan risiko dalam portofolio investasi.

Sementara itu, perak lebih cocok sebagai instrumen pelengkap bagi investor yang siap menghadapi fluktuasi harga dan mengincar potensi imbal hasil lebih tinggi. Strategi diversifikasi dengan mengombinasikan emas dan perak dinilai dapat membantu mengoptimalkan portofolio secara keseluruhan.

Dalam jangka panjang, emas dan perak dipandang memiliki peran yang saling melengkapi. Emas tetap menjadi aset aman ketika ketidakpastian global meningkat, sementara perak berpotensi diuntungkan oleh tren transisi energi bersih yang diperkirakan akan meningkatkan permintaan industri. Dengan memahami karakter dan risiko masing-masing instrumen, investor diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih rasional, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan finansialnya.