NCKL–AMMN Jadi Peluang Awal Pekan Saat IHSG Ditampar Asing
- Aksi jual bersih investor asing senilai triliunan rupiah terus menampar IHSG. Saham NCKL dan AMMN tampil menjadi peluang potensial awal bulan Maret tahun 2026.

Alvin Bagaskara
Author


Karyawan berktivitas dengan latar pergerakan Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu bertahan di atas 5.000 dan parkir di zona hijau dengan menguat 0,85 persen ke level 5.176,099 pada akhir sesi. Sebanyak 213 saham menguat, 217 terkoreksi, dan 161 stagnan, IHSG mengalami penguatan seiring dengan sentimen Omnibus Law dan langkah Bank Indonesia untuk pemulihan ekonomi. Selain itu, rencana merger bank BUMN syariah turut mendorong saham-saham perbankan lainnya, dan mengisi jajaran top gainers hari ini. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA, TRENASIA.ID – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan terakhir bulan Februari 2026 di zona merah. Pada penutupan perdagangan Jumat, 27 Februari 2026, indeks saham domestik ini terkoreksi 0,44% secara mingguan dan diparkir di level 8.235,485.
Pelemahan IHSG yang dipicu aksi jual investor asing ini mengakibatkan nilai kapitalisasi pasar menguap cukup signifikan. Oleh karena itu, memasuki pekan pertama Maret 2026, pergerakan bursa diproyeksikan berada dalam fase konsolidasi seiring sikap penantian investor terhadap rilis data makroekonomi krusial.
Menyikapi dinamika pasar tersebut, Phintraco Sekuritas telah merilis sejumlah saham pilihan yang dapat dicermati investor pada perdagangan Senin, 2 Maret 2026. Dua saham komoditas PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi sorotan utama rekomendasi berkat lonjakan harga yang impresif.
Kapitalisasi Pasar dan Rekor Transaksi
Sepanjang periode perdagangan 23 hingga 27 Februari 2026, pelemahan IHSG berdampak langsung pada tergerusnya valuasi bursa secara akumulatif. Penurunan harga pada saham-saham berkapitalisasi besar menjadi pendorong utama penyusutan nilai aset di pasar modal domestik.
"Kapitalisasi pasar BEI mengalami perubahan sebesar 1,03% menjadi Rp14.787 triliun dari Rp14.941 triliun pada pekan sebelumnya," ungkap Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, dalam keterangan resminya pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Menariknya, di tengah penurunan kapitalisasi, rata-rata nilai transaksi harian justru melonjak tajam 25,35% menjadi Rp29,52 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan rata-rata volume transaksi harian yang naik 8,55% menjadi 51,02 miliar lembar saham, kendati frekuensi transaksi menurun 3,72% menjadi 2,95 juta kali.
Gempuran Sentimen dan Pelarian Dana Asing
Tekanan terhadap indeks utama semakin diperberat oleh konsistensi keluarnya aliran dana asing dari pasar modal Indonesia. Data perdagangan mencatat investor asing kembali melakukan aksi jual bersih sebesar Rp694,22 miliar pada penutupan akhir pekan.
Kautsar memaparkan bahwa tren keluarnya modal asing ini sudah berlangsung cukup masif sejak awal tahun. "Sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp9,51 triliun," jelasnya terkait rekam jejak transaksi investor global di bursa nasional.
Tim Riset Phintraco Sekuritas mencatat bahwa pelemahan ini dipicu oleh ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat, peringatan tekanan fiskal Indonesia dari S&P Global Ratings, serta agenda rebalancing indeks MSCI. Sentimen negatif tersebut juga menekan nilai tukar Rupiah hingga melemah ke level Rp16.787 per dolar Amerika Serikat.
Menanti Rilis Data Krusial Awal Maret
Menatap perdagangan awal bulan Maret 2026, arah pergerakan bursa akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi esensial. Deretan indikator makroekonomi dari dalam dan luar negeri dipastikan menjadi penentu utama arah sentimen pasar saham ke depan.
“Dari ranah domestik, data S&P Global Manufacturing PMI, neraca perdagangan Januari 2026, dan inflasi Februari 2026 dijadwalkan rilis pada Senin, 2 Maret 2026. Selain itu, data cadangan devisa nasional bulan Februari akan diumumkan pada Jumat, 6 Maret 2026,” ungkap Tim Riset Phintraco Sekuritas pada Jumat, 27 Februari 2026.
Dari ranah global, arah IHSG akan sangat dipengaruhi oleh data ekonomi Amerika Serikat yang mencakup indeks ISM Manufacturing, Nonfarm Payrolls, dan tingkat pengangguran yang dirilis pada pekan depan. Di saat yang sama, data inflasi Euro Area dan indeks manufaktur Tiongkok juga menjadi indikator krusial yang siap memengaruhi arus modal investasi global.
Prospek Teknikal IHSG Awal Pekan
Berdasarkan analisis teknikal untuk pekan pertama Maret 2026, Phintraco Sekuritas melihat indikasi bahwa penyempitan histogram positif MACD IHSG masih terus berlanjut. Indikator Stochastic RSI juga terpantau mulai bergerak perlahan menuju ke arah area pivot.
Mengacu pada pergerakan indikator teknikal tersebut, laju indeks utama diproyeksikan belum akan mengalami lonjakan arah yang signifikan. Arah pergerakan pasar saham domestik diperkirakan masih tertahan dalam fase konsolidasi wajar sembari menunggu kejelasan rilis sentimen makroekonomi.
Level penahan penurunan atau support IHSG dipatok pada angka 8.100, titik pivot di 8.250, dan resistensi harga berada di level 8.350. "Secara mingguan, IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 8.100-8.350," catat riset Phintraco Sekuritas
Performa Deretan Saham Pilihan
Menyikapi momentum pergerakan pasar saat ini, Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi enam saham pilihan yang dapat dicermati investor secara spesifik pada awal pekan depan. Yang menarik, keenam saham ini berhasil membukukan penguatan harga secara solid pada penutupan perdagangan akhir pekan ini.
Saham NCKL memimpin deretan ini dengan lonjakan 6,57% ke level Rp1.540 per lembar. Posisi ini disusul oleh saham AMMN yang naik 3,42% menjadi Rp7.550, serta saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) yang menguat 3,29% ke posisi Rp440.
Kinerja positif serupa turut dicatatkan oleh saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) yang naik 2,64% menuju harga Rp1.165 per lembar. Selanjutnya, saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) tercatat menguat 1,52% ke level Rp400, dan saham PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) ditutup naik 0,64% pada harga Rp785 per lembar.

Alvin Bagaskara
Editor
