Tren Pasar

Menguat, 1 Dolar AS Berapa Rupiah Hari Ini 23 September 2026?

  • Rupiah menguat 27 poin ke Rp17.857 per dolar AS pada Rabu 23 September 2026. Pasar mencermati prospek suku bunga The Fed dan data ekonomi AS.
Uang rupiah dan dolar AS
Uang rupiah dan dolar AS (Freepik.com/8photo)

JAKARTA, TRENASIA.ID — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada pembukaan perdagangan Rabu, 23 September 2026. Rupiah naik 27 poin atau 0,15% ke level Rp17.857 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.884 per dolar AS.

Pada perdagangan Selasa 22 September 2026, rupiah melemah 37 poin atau 0,21%. Penguatan pada pembukaan hari ini terjadi ketika pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan moneter AS dan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan oleh bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, menilai pelemahan rupiah pada perdagangan sebelumnya dipengaruhi antisipasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed.

“Para pelaku pasar saat ini mengantisipasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed dan telah memperhitungkan kemungkinan besar akan adanya kenaikan lagi pada bulan Oktober,” ujar Ibrahim, dikutip dari Antara, Selasa.

Ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi dapat menopang daya tarik aset berdenominasi dolar. Jika imbal hasil aset AS meningkat relatif terhadap aset di negara lain, permintaan terhadap dolar berpotensi menguat dan memberi tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Namun, arah pergerakan rupiah juga dipengaruhi faktor domestik dan perkembangan pasar global lainnya.

Data Ekonomi AS Jadi Perhatian

Selain prospek suku bunga, pelaku pasar mencermati sejumlah indikator ekonomi AS yang dapat memberikan gambaran mengenai kondisi perekonomian dan arah kebijakan The Fed.

Data yang menjadi perhatian antara lain Purchasing Managers’ Index (PMI) awal S&P Global serta Survei Sentimen Konsumen University of Michigan (UoM) untuk September.

Indikator tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan pasar dalam memperkirakan kondisi aktivitas ekonomi dan sentimen konsumen AS.

Ibrahim mengatakan pelaku pasar juga akan memantau pernyataan sejumlah pejabat The Fed untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.

“Pasar juga akan memantau serangkaian pernyataan dari para pejabat The Fed untuk mendapatkan petunjuk terkini mengenai arah kebijakan di masa mendatang,” tambahnya.

Apa Artinya bagi Masyarakat?

Pergerakan rupiah terhadap dolar AS dapat memengaruhi biaya impor, terutama untuk barang dan bahan baku yang dibayar menggunakan dolar. Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya dalam rupiah, sementara penguatan dapat mengurangi tekanan tersebut, dengan catatan faktor lain tetap sama.

Dampaknya terhadap harga barang di dalam negeri tidak selalu terjadi secara langsung karena juga bergantung pada biaya distribusi, kontrak pembelian, persediaan, serta kebijakan harga pelaku usaha.

Yang Perlu Dipantau Investor

Pelaku pasar akan mencermati perkembangan ekspektasi suku bunga The Fed, data PMI dan sentimen konsumen AS, serta pernyataan pejabat bank sentral AS.

Di dalam negeri, arah kebijakan Bank Indonesia dan perkembangan pasar keuangan domestik juga menjadi faktor penting dalam membaca pergerakan rupiah selanjutnya.