Kembali Melemah, 1 Dolar AS Berapa Rupiah Hari Ini 20 Juli 2026?
- Rupiah melemah 67 poin ke Rp17.988 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Simak penyebab pelemahan, pergerakan mata uang Asia, dan prospek rupiah.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID — Nilai tukar rupiah berbalik melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin, 20 Juli 2026. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp17.988 per dolar AS, melemah 67 poin atau 0,37% dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.921 per dolar AS.
Pelemahan tersebut mengakhiri tren penguatan yang terjadi pada akhir pekan lalu. Pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026, rupiah ditutup menguat 65 poin atau 0,36% ke level Rp17.921 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.986 per dolar AS.
Di kawasan Asia Tenggara, pergerakan mata uang cenderung bervariasi. Dolar Singapura menguat sekitar 0,04% dan ringgit Malaysia naik 0,21% terhadap dolar AS. Sebaliknya, baht Thailand melemah sekitar 0,05% pada awal perdagangan.
Berbaliknya arah rupiah menunjukkan pelaku pasar masih bersikap hati-hati di tengah ketidakpastian global. Investor terus mencermati perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat, terutama arah suku bunga Federal Reserve (The Fed), yang akan menentukan pergerakan dolar AS dalam jangka pendek.
Di dalam negeri, perhatian pasar juga tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pekan ini. Bank Indonesia diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan, sembari melanjutkan berbagai instrumen stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar valuta asing dan operasi moneter.
Apa artinya bagi masyarakat?
Pelemahan rupiah membuat biaya impor barang dan bahan baku yang menggunakan dolar AS berpotensi meningkat apabila berlangsung dalam waktu lama. Dampaknya dapat dirasakan pada harga sejumlah produk impor, seperti elektronik, komponen industri, hingga beberapa komoditas pangan.
Meski demikian, posisi rupiah yang masih berada di bawah level Rp18.000 per dolar AS menunjukkan tekanan terhadap mata uang Garuda belum sebesar yang terjadi pada awal pekan lalu. Pergerakan selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan The Fed, hasil RDG Bank Indonesia, serta dinamika pasar keuangan global.
Bagi investor, fokus utama pekan ini adalah keputusan Bank Indonesia mengenai suku bunga acuan dan sinyal kebijakan stabilisasi rupiah. Sementara itu, perkembangan data ekonomi Amerika Serikat juga akan menjadi penentu arah dolar AS dan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari mendatang.

Chrisna Chanis Cara
Editor
