Tren Pasar

Kebijakan The Fed Bikin Saham Big Bank Merekah

  • The Fed memangkas suku bunga menjadi 3,75–4% di tengah perlambatan pasar tenaga kerja. IHSG menguat, sementara saham perbankan, properti, dan semen berpotensi rebound. Simak sentimen dan risiko buy the rumour, sell the fact.
Ilustrasi IHSG Bursa Efek Indonesia-07.jpg
Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 7 Juni 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 3,75–4% dalam rapat FOMC 29 Oktober, sesuai ekspektasi pelaku pasar. Level ini menjadi yang terendah sejak 2022.

Keputusan tersebut mempertimbangkan kondisi pasar tenaga kerja AS yang menunjukkan tanda perlambatan. Meski The Fed telah menurunkan Fed Funds Rate (FFR) dua kali berturut sejak FOMC September, arah kebijakan pada pertemuan Desember masih belum pasti. Minimnya data ekonomi terbaru akibat dampak shutdown effect membuat ruang pengambilan keputusan menjadi lebih terbatas.

Selain itu, kebijakan tarif dagang yang masih berlaku menambah pertimbangan bagi The Fed, mengingat potensi tekanan inflasi yang dapat kembali meningkat. Saat ini, probabilitas penurunan suku bunga 25 bps pada FOMC Desember turun dari 90% menjadi sekitar 71%.

Pasar Merespons Positif

IHSG bergerak menguat 0,55% ke level 8.210,78 pada Kamis pagi pukul 10.02 WIB (30/10), mencerminkan respons positif awal dari pelaku pasar. Optimisme terutama muncul dari potensi masuknya kembali aliran modal asing.

Saham perbankan berpeluang mengalami rebound moderat, sementara sektor properti dan semen diperkirakan mendapatkan sentimen positif dari ekspektasi penurunan biaya pinjaman. Meski demikian, Tim Analis Bareksa mengingatkan potensi terjadinya buy the rumour, sell the fact, yakni aksi ambil untung pasca rilis sentimen positif.

Saham Bank Menarik

Menurut Tim Analis Bareksa dalam risetnya Kamis 30 Oktober 2025, saham-saham sensitif terhadap suku bunga seperti perbankan masih layak diakumulasi, dengan potensi upside menarik:

Saham Bank
 
Last Price (Rp)
 
Target Price – Trading
 
Target Price – Invest
 
Upside Invest
 
BBCA8.6008.700–9.00011.00027,9%
BBRI3.8904.000–4.1004.50015,7%
BMRI4.6504.750–4.9005.50018,3%
BBNI4.4404.150–4.2504.5001,4%

Sumber: Tim Analis Bareksa, last price per 29/10/2025

Selain itu, sektor properti dan semen juga berpotensi menguat karena turunnya biaya pembiayaan:

Saham Properti & Semen
 
Last Price (Rp)
 
Target Price – Trading
 
Target Price – Invest
 
Upside Invest
 
BSDE9751.010–1.0501.20023,1%
PWON370380–39050035,1%
SMGR2.7102.800–2.9003.00010,7%

Sumber: Tim Analis Bareksa, per 29 Oktober 2025