Kapitalisasi Pasar IHSG Susut Rp340 Triliun dalam Sehari
- IHSG anjlok 3,64% ke level 4.996,609 pada 19 Oktober 2026. Kapitalisasi pasar BEI menyusut sekitar Rp340 triliun, sementara saham BTEK dan TAXI turun 25%.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan tren penurunan pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. IHSG ditutup di level 4.996,609, melemah 3,64% atau 188,496 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di 5.185,105.
Berdasarkan data IDX Daily Statistics Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat menyentuh level tertinggi 5.012,869 sebelum merosot ke level terendah 4.907,370. Penutupan di bawah 5.000 menjadi sorotan utama perdagangan hari itu.
Pelemahan indeks juga diikuti penyusutan kapitalisasi pasar BEI menjadi Rp8.844 triliun, dari sekitar Rp9.184 triliun pada penutupan sebelumnya. Artinya, kapitalisasi pasar menyusut sekitar Rp340 triliun dalam sehari.
Tekanan tersebut terjadi setelah IHSG menutup perdagangan Jumat sebelumnya di level 5.185,105.
Saham BTEK dan TAXI Turun Paling Dalam
Data pergerakan saham menunjukkan sejumlah emiten mengalami penurunan tajam pada perdagangan Senin.
Saham BTEK dan TAXI menjadi kelompok top losers dengan penurunan masing-masing 25%, dari Rp12 menjadi Rp9 per saham.
Berikutnya, saham BUVA turun 7% ke Rp372, sedangkan MDKA melemah 7% ke Rp2.260. Saham SUPA dan UANG juga terkoreksi masing-masing 7%.
Di sisi lain, beberapa saham justru mencatatkan kenaikan signifikan. TMPO memimpin daftar top gainers dengan kenaikan 28,03% ke Rp169 dari Rp132. Saham PNSE naik 25% ke Rp480, sementara TIFA menguat 25% ke Rp360.
Kenaikan juga dicatatkan TRUK sebesar 24,84% ke Rp4.020 dan BSIM sebesar 24,83% ke Rp930.
Pergerakan saham yang beragam ini menunjukkan bahwa penurunan IHSG tidak berarti seluruh saham mengalami koreksi pada persentase yang sama.
Nilai Transaksi Saham Capai Rp25,12 Triliun
Di tengah pelemahan indeks, aktivitas perdagangan saham di BEI mencatatkan volume sekitar 32,34 miliar saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp25,12 triliun.
Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,593 juta kali.
Sementara itu, rata-rata transaksi harian sepanjang tahun hingga periode pelaporan mencapai volume 39,655 miliar saham, nilai transaksi Rp20,528 triliun, dan frekuensi 2,381 juta kali.
Nilai transaksi pada Senin berada di atas rata-rata harian sepanjang tahun tersebut, meskipun volume dan frekuensi transaksi berada di bawah rata-rata.
Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Hadi Zairin pada 19 Oct 2026

Chrisna Chanis Cara
Editor
