Info Saham Hari Ini: IHSG di Bawah Tekanan, Cermati Peluang ASII hingga BRMS
- Prediksi IHSG hari ini, 17 Juni 2025. IHSG berpotensi melemah di bawah tekanan data global. Simak analisis teknikal dan rekomendasi saham ASII, BRMS, & SRTG.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berada di bawah tekanan kuat dan terancam menjebol level support 7.100 pada perdagangan hari ini, Selasa, 17 Juni 2025. Sejumlah data ekonomi dari China dan penantian rilis data dari Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen utama yang membayangi pergerakan indeks.
Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas dan MNC Sekuritas kompak menyoroti potensi pelemahan lanjutan setelah IHSG ditutup di bawah level psikologis penting. Secara teknikal, kedua sekuritas mencatat bahwa indeks telah ditutup di bawah MA200, yang mengindikasikan sinyal pelemahan lebih lanjut.
“Indikator Stochastic RSI dan MACD menunjukkan potensi koreksi lanjutan. Jika support 7.100 tidak mampu menahan laju penurunan, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level support berikutnya di 7.050 atau 7.000,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa, 17 Juni 2025.
- Dapat Izin Produksi Massal, Baterai EV ini Terisi Penuh Hanya dalam 18 Detik
- Prakiraan Cuaca Besok dan Hari Ini 17 Juni 2025 untuk Wilayah DKI Jakarta
- KAAN Turki Resmi Masuk Daftar, Ini Jajaran Jet Tempur Canggih yang akan Dibeli Indonesia
Pandangan serupa datang dari MNC Sekuritas yang melihat level 7.240 sebagai kunci untuk pembalikan arah. "Namun, waspadai potensi koreksi ke area support 6.713-7.009 jika tekanan jual berlanjut," tulis tim analis MNC Sekuritas.
Phintracro Sekuritas menambahkan bahwa pelemahan ini juga dipengaruhi oleh sejumlah sentimen eksternal. Dari China, data Produksi Industri Mei 2025 yang tumbuh lebih lambat di level 5,8% (YoY) menjadi pemberat. “Namun, data Penjualan Ritel di periode yang sama justru melesat 6,4% (YoY), didorong oleh belanja selama musim liburan,” jelasnya.
Dari Amerika Serikat, pasar akan mencermati data Penjualan Ritel bulan Mei yang diperkirakan turun. “Pasar juga akan menantikan hasil dari keputusan moneter Bank of Japan pada hari ini yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya,” tambah Phintraco Sekuritas.
Rekomendasi Saham
Di tengah kondisi pasar yang volatil, sejumlah sekuritas telah merilis saham pilihan mereka. Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai punya harapan cuan. Saham-saham tersebut di antaranya adalah PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), dan PT Astra International Tbk (ASII).
Sementara itu, MNC Sekuritas merilis empat rekomendasi saham dengan strategi beragam. Yang pertama ada PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan rekomendasi Speculative Buy. Analis menyarankan area beli pada rentang harga Rp442 hingga Rp454, dengan target harga di level Rp500 dan Rp535.
Selanjutnya, saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) mendapat rekomendasi Buy on Weakness. Investor dapat mempertimbangkan area beli di kisaran Rp600 sampai Rp615, dengan target harga dipatok pada level Rp675 dan Rp715.
Emiten sektor kesehatan, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), juga masuk dalam daftar dengan strategi Buy on Weakness pada rentang beli Rp2.510 hingga Rp2.590, dengan target harga di level Rp2.660 dan Rp2.730.
Terakhir, PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) direkomendasikan Buy on Weakness pada area beli Rp390 hingga Rp400, dengan target harga di level Rp432 dan Rp446. Investor diimbau untuk selalu menerapkan manajemen risiko sesuai profil masing-masing.

Chrisna Chanis Cara
Editor
