Tren Pasar

IHSG Melejit Saat Minyak Ambles, 3 Saham Bisa Jadi Bidikan

  • Seiring momentum penguatan IHSG, analis PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) merilis tiga saham pilihan dengan potensi kenaikan jangka pendek.
Tambang Emas Arci.jpg
Ilustrasi lokasi pertambangan emas, tembaga, nikel, batu bara, dan mineral lain / Dok. Archi Indonesia (Archi Indonesia)

JAKARTA, TRENASIA.ID--Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuat kejutan di tengah gejolak global. 

Pada penutupan perdagangan Selasa, 14 April 2026, IHSG melonjak 2,34 persen ke level 7.675, meski harga minyak dunia anjlok tajam hingga 7,85 persen.

Lonjakan ini terjadi saat pasar global kompak menguat dan investor domestik mengambil alih peran di tengah aksi jual asing yang relatif terbatas.

Apakah reli ini berlanjut? Saham apa saja yang berpotensi memanfaatkan momentum?

Wall Street Hijau, IHSG Ikut Tancap Gas

Sentimen positif datang dari Amerika Serikat. Tiga indeks utama Wall Street ditutup solid:

Dow Jones naik 0,66% ke 48.536

S&P 500 menguat 1,18% ke 6.967

Nasdaq melonjak 1,96% ke 23.639

Reli Nasdaq yang hampir 2 persen memberi dorongan kuat bagi aset berisiko global, termasuk pasar saham Indonesia.

Meski International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,1%, pasar tampaknya lebih percaya pada stabilitas kebijakan moneter global ketimbang kekhawatiran perlambatan.

Minyak Ambles, Emas Melonjak

Di pasar komoditas, harga minyak mentah jatuh 7,85% ke US$ 91,28 per barel. Penurunan drastis ini justru menjadi angin segar bagi Indonesia sebagai negara net importir minyak karena berpotensi menekan beban subsidi dan inflasi energi.

Sebaliknya, harga emas dunia naik 1,92% ke US$ 4.841 per troy ounce, menandakan investor global masih berburu aset lindung nilai.

Harga batu bara terkoreksi tipis 0,37% ke US$ 134,95 per ton.

Rupiah di Rp17.135, Asing Masih Net Sell

Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.135 per dolar AS. Meski IHSG melonjak, investor asing tercatat melakukan net foreign sell sebesar Rp48,1 miliar.

Artinya, penguatan IHSG lebih banyak ditopang oleh aksi beli investor domestik.

Secara teknikal, IHSG kini tepat menguji resistance dinamis MA50. Jika berhasil ditembus dengan volume kuat, peluang rally lanjutan terbuka lebar.

3 Saham Rekomendasi Analis di Tengah Momentum IHSG

Seiring momentum penguatan indeks, analis PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) merilis tiga saham pilihan dengan potensi kenaikan jangka pendek.

1️⃣ ARCI – Siap Golden Cross, Target 1.760

Entry: 1.605

Target: 1.760

Stop loss: < 1.535

ARCI berpotensi membentuk golden cross pada MA50. Secara price action, saham ini menunjukkan pola breakout menarik, apalagi didukung penguatan harga emas global.

2️⃣ ASRI – Breakout, Volume Menguat

Entry: 141

Target: 155

Stop loss: < 135

ASRI mencatat kenaikan tiga hari beruntun dengan volume di atas rata-rata harian. Breakout minor resistance membuka ruang kenaikan lanjutan.

3️⃣ BRIS – Risk Terukur, MACD Golden Cross

Entry: 2.130

Target: 2.260

Stop loss: < 2.070

BRIS bergerak sideways di area support kuat. Indikator MACD mulai golden cross dan histogram positif, mengindikasikan momentum mulai terbentuk.

Lanjut Rally atau Sekadar Euforia?

Dengan IHSG yang sedang berada di titik krusial resistance MA50, pasar berada di fase penentuan arah. Jika breakout valid, peluang menuju level psikologis berikutnya terbuka.

Namun jika gagal, potensi koreksi teknikal jangka pendek tetap harus diantisipasi.

Investor disarankan tetap disiplin pada manajemen risiko dan tidak mengabaikan dinamika geopolitik serta pergerakan harga komoditas global.

 

Disclaimer On:

Investasi saham memiliki risiko. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor. Harap melakukan analisis mandiri sebelum melakukan transaksi.

Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Hadi Zairin pada 15 Apr 2026