Tren Pasar

IHSG Masih Uptrend, BMRI dan SMGR Punya Ruang Rebound

  • Ciptadana Sekuritas Asia rekomendasikan BMRI, BUKA, INDF, dan SMGR untuk strategi trading jangka pendek dengan target dan cut loss terukur.
WhatsApp Image 2025-12-05 at 16.05.05.jpeg
Bank Mandiri meraih lima penghargaan dalam Bank Indonesia Award 2025 berkat kontribusinya pada kebijakan makroprudensial, moneter, dan sistem pembayaran. Kinerja kredit dan transaksi valas yang tumbuh solid memperkuat peran bank ini dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. (Bank Mandiri)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan empat saham untuk strategi trading jangka pendek pada Rabu, 18 Februari 2026. Keempat emiten tersebut adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

Secara teknikal, analis memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang ditutup lebih tinggi, meski dalam jangka pendek masih dibayangi risiko konsolidasi.

1. BMRI Berpeluang Lanjutkan Pemulihan

Saham BMRI pada perdagangan 13 Februari 2026 ditutup stagnan di level Rp5.075. Secara teknikal, BMRI tengah berada dalam fase pemulihan jangka menengah setelah memantul kuat dari area support Rp4.010–Rp3.990. Pergerakan harga membentuk pola higher low yang mengindikasikan tren mulai membaik. Saat ini, saham bergerak konsolidatif di kisaran Rp5.000–Rp5.075, tepat di bawah resistance penting Rp5.200.

Support terdekat berada di Rp4.800. Jika mampu menembus dan bertahan di atas Rp5.200, ruang kenaikan dinilai semakin terbuka. Rekomendasi: beli spekulatif di Rp4.950 dengan target ambil untung Rp5.200.

2. BUKA Masih Downtrend, Cocok untuk Trading Spekulatif

BUKA naik 0,68% ke Rp149 pada 13 Februari 2026. Meski demikian, secara umum saham ini masih berada dalam tren turun, terlihat dari pola lower high sejak puncak Rp198. Setelah sempat menyentuh Rp129, BUKA mengalami technical rebound dan kini bergerak mendatar di area resistance Rp149–Rp151. Zona Rp151–Rp159 menjadi area supply yang perlu dicermati.

Support terdekat berada di Rp136 dan Rp129. Rekomendasi: beli spekulatif di Rp149 dengan cut loss Rp139 dan target Rp160.

3. INDF Menarik Dikoleksi Saat Melemah

INDF turun 1,48% dan ditutup di Rp6.675. Saham ini masih berada dalam tren koreksi setelah gagal bertahan di atas resistance Rp8.500–Rp8.800 dan membentuk pola lower high. Harga sempat memantul dari area support Rp6.200–Rp6.550, namun tertahan di bawah resistance Rp7.275. Support terdekat berada di Rp6.550.

Jika menembus Rp6.200, risiko penurunan lanjutan terbuka. Rekomendasi: beli saat harga melemah di Rp6.550 dengan cut loss Rp6.500 dan target Rp6.825.

4. SMGR Uji Resistance Kunci

SMGR terkoreksi 5,94% ke Rp3.010. Sebelumnya, saham ini memantul dari support utama Rp2.140–Rp2.380 dan menguat hingga di atas Rp2.750. Saat ini harga menguji resistance Rp3.000–Rp3.020 yang menjadi penghalang jangka pendek. Support terdekat berada di Rp2.890, disusul Rp2.750 sebagai level penting jangka menengah.

Jika mampu bertahan di atas Rp3.020, peluang penguatan menuju Rp3.270–Rp3.410 terbuka. Rekomendasi: beli saat melemah di Rp2.890 dengan cut loss Rp2.820 dan target Rp3.150.

Grafik Pergerakan Pasar
 

Illustration

Sumber: Ciptadana Sekuritas

IHSG Berpeluang Menguat Terbatas

IHSG pada 13 Februari 2026 turun 53 poin atau 0,64% ke level 8.212, dengan rentang pergerakan harian 8.171–8.252. Saham BBCA, TLKM, dan BREN tercatat menjadi penggerak utama indeks.

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren naik jangka menengah setelah sebelumnya memantul dari level 5.883 dan membentuk pola higher high dan higher low. Namun indeks sempat gagal bertahan di atas resistance 8.525 dan terkoreksi hingga 7.482 sebelum rebound.

Saat ini, IHSG mencoba bertahan di atas zona support 7.854–7.712. Jika mampu kembali menembus 8.525, peluang menuju area 9.174 terbuka. Sebaliknya, jika turun di bawah 7.712, risiko koreksi lebih dalam ke 7.482 perlu diwaspadai.

Indikator stochastic menunjukkan momentum mulai pulih meski masih ada potensi konsolidasi jangka pendek. Secara teknikal, IHSG diperkirakan berpeluang ditutup di level yang lebih tinggi pada perdagangan hari ini.

Secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren naik jangka menengah selama bertahan di atas support 7.712–7.854. BMRI dan SMGR dinilai menarik untuk peluang rebound, BUKA cocok untuk trading spekulatif, sementara INDF layak dikoleksi saat melemah. Investor tetap disarankan disiplin menerapkan target harga dan batas cut loss di tengah potensi konsolidasi pasar.