Tren Pasar

IHSG Kembali Merangkak, Ditopang Sektor Transportasi dan Teknologi

  • IHSG menguat 1,21% ke 6.192,92 dengan 489 saham naik. GOTO, AMMN, dan INDY menjadi top gainers LQ45 pada perdagangan 6 Oktober 2026.
IHSG Ditutup Menguat-5.jpg
Karyawan berkatifitas dengan latar layar monitor pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 8 September 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026. IHSG naik 74,06 poin atau 1,21% ke level 6.192,92 dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Penguatan IHSG terjadi seiring dengan mayoritas saham yang bergerak positif. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 489 saham ditutup menguat, sedangkan 183 saham melemah dan 120 saham lainnya stagnan.

Nilai transaksi saham pada perdagangan hari ini mencapai sekitar Rp11,82 triliun dengan volume perdagangan sekitar 47,86 miliar saham. Penguatan IHSG juga ditopang oleh seluruh indeks sektoral yang bergerak positif. Sektor transportasi menjadi sektor dengan kenaikan paling tinggi, yakni 3,16%.

Sektor teknologi menyusul dengan penguatan 3,09%, sedangkan sektor energi naik 2,67%. Kinerja tersebut menunjukkan penguatan pasar saham tidak hanya ditopang oleh satu sektor, tetapi terjadi secara lebih luas di pasar.

Baca juga : GOTO, AMMN dan DEWA Terbang di Penutupan LQ45 Hari Ini

GOTO dan AMMN Masuk Top Gainers LQ45

Sejumlah saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45 mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan Selasa. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi salah satu penguat terbesar dengan kenaikan 6,90%. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga menguat 6,89%.

Sementara itu, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 5,45%. Kenaikan saham-saham tersebut turut mencerminkan meningkatnya minat beli investor pada sejumlah saham yang memiliki eksposur terhadap sektor teknologi dan energi.

Di sisi lain, sejumlah saham LQ45 justru bergerak melemah. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 1,21%, menjadi penurunan terbesar dalam kelompok tersebut. Saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melemah 0,45%, sedangkan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turun 0,44%.

Baca juga : Data dan Insight Harga Emas Antam Hari Ini 6 Oktober 2026

Penguatan IHSG pada perdagangan Selasa juga berlangsung sejalan dengan pergerakan positif sejumlah bursa saham utama Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat menguat 1,26%. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,99% dan Straits Times Singapura menguat 0,40%.

Pergerakan positif bursa Asia memberikan sentimen eksternal yang relatif mendukung pasar saham Indonesia. Investor domestik turut mencermati perkembangan pasar regional sebagai salah satu faktor yang memengaruhi arah IHSG.

Selain pergerakan indeks dan saham sektoral, pelaku pasar domestik juga mencermati aktivitas pasar modal Indonesia. Bursa mencatat terdapat 29 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif mencapai Rp26,47 triliun. Aktivitas tersebut menunjukkan pipeline penghimpunan dana di pasar modal masih cukup besar dan menjadi salah satu perhatian investor.

Besarnya rencana penawaran umum juga mencerminkan masih terbukanya akses perusahaan untuk memperoleh pendanaan melalui pasar modal, baik melalui penawaran umum saham maupun instrumen lainnya.

Baca juga : IHSG 6 Oktober 2026 Ditutup Menguat 1,2 Persen, Cek Saham Katalisnya

Di sisi lain, investor juga mencermati perkembangan kebijakan mengenai pengalihan pengawasan bursa mineral. Perubahan kebijakan tersebut menjadi salah satu isu yang berpotensi memengaruhi sentimen terhadap saham-saham yang berkaitan dengan komoditas dan sektor pertambangan.

Dengan adanya kenaikan 1,21% ke level 6.192,92, IHSG menunjukkan penguatan yang cukup luas pada perdagangan 6 Oktober 2026. Sebanyak 489 saham menguat, jauh lebih banyak dibandingkan 183 saham yang mengalami penurunan.

Dari sisi sektoral, transportasi, teknologi, dan energi menjadi tiga sektor dengan penguatan terbesar. Sementara dari kelompok saham LQ45, GOTO, AMMN, dan INDY mencatat kenaikan paling tinggi.

Pergerakan IHSG selanjutnya akan tetap dipengaruhi oleh sentimen bursa global dan regional, arus dana investor, perkembangan kebijakan pemerintah, serta katalis dari masing-masing sektor dan emiten.

Bagi investor, penguatan IHSG hari ini menjadi gambaran meningkatnya minat beli di pasar saham, tetapi arah perdagangan berikutnya tetap perlu dicermati dengan melihat volume transaksi, pergerakan saham berkapitalisasi besar, serta perkembangan sentimen ekonomi dan pasar keuangan.