Tren Pasar

IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi, ASII hingga BRPT Diminati

  • IHSG dinilai berpeluang melanjutkan koreksi setelah gagal bertahan di atas 9.000.
Ilustrasi IHSG Bursa Efek Indonesia-09.jpg
Karyawan melintas di dekat layar daftar perusahaan member IDX yang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 7 Juni 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia pada Jumat 9 Januari 2026 merekomendasikan empat saham sebagai pilihan trading jangka pendek, yakni PT Astra International Tbk (ASII), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Secara umum, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpotensi melanjutkan pelemahan.

1. Astra International (ASII)

Saham ASII ditutup di level Rp7.000 pada perdagangan Kamis (8/1), berada di bawah area resistance Rp7.100. Level support terdekat berada di Rp6.700, dengan kisaran support–resistance selanjutnya di Rp6.350–7.300. Indikator RSI menunjukkan potensi terbentuknya divergensi negatif, yang menandakan momentum kenaikan mulai melemah dan harga berpeluang mendekati puncak. Strategi yang disarankan adalah jual saat menguat di kisaran Rp7.050–7.200, dengan stop rugi jika harga turun di bawah Rp6.900.

2. Petrosea (PTRO)

Harga saham PTRO ditutup di Rp12.100, masih berada di bawah resistance kanal di Rp12.300. Support terdekat berada di Rp11.200, sementara rentang support–resistance berikutnya berada pada kisaran Rp10.150–12.000. RSI juga mengindikasikan potensi divergensi negatif yang mencerminkan risiko pembalikan arah. Ciptadana menyarankan ambil untung atau jual saat harga menguat di Rp12.000–12.200, dengan stop rugi apabila harga turun di bawah Rp11.850.

3. Rukun Raharja (RAJA)

Saham RAJA ditutup di Rp7.650 pada perdagangan sebelumnya, masih tertahan di bawah area resistance jangka pendek. Support terdekat berada di kisaran Rp7.200, sementara resistance berikutnya berada di area Rp8.000. Indikator RSI mulai menunjukkan pelemahan momentum. Strategi yang direkomendasikan adalah jual saat menguat di kisaran Rp7.700–8.000, dengan stop rugi jika harga turun di bawah Rp7.400.

4. Barito Pacific (BRPT)

BRPT ditutup di level Rp3.120, tepat di area support kuat. Apabila terjadi penembusan ke bawah (breakdown) yang terkonfirmasi, level Rp3.120 berpotensi berubah menjadi resistance dan mengindikasikan pembalikan tren jangka pendek ke arah negatif. Support berikutnya berada di Rp2.700 dan Rp2.500. Strategi yang disarankan adalah jual saat harga menguat di kisaran Rp3.100–3.120, dengan stop rugi jika harga bergerak di bawah Rp2.970.

Pergerakan IHSG

Illustration

Sumber: Ciptadana Sekuritas

Sementara itu, IHSG pada perdagangan Kamis (8/1/2026) ditutup melemah 19,34 poin atau 0,22% ke level 8.925. Sepanjang sesi, indeks bergerak dalam rentang 8.918 hingga 9.002,90. Saham BBCA, ANTM, dan MDKA menjadi kontributor utama pelemahan indeks.

IHSG sempat mencetak rekor tertinggi baru di level 9.002,90 pada perdagangan intraday, sebelum berbalik arah dan ditutup lebih rendah. Dari perspektif teknikal gelombang Elliott, indeks saat ini diperkirakan tengah membentuk minute wave 5. Level tertinggi intraday di 9.002 berpotensi menjadi puncak gelombang tersebut, seiring posisinya yang berdekatan dengan resistance kanal tren naik jangka pendek.

Dalam siklus yang lebih panjang, puncak minute wave 5 ini juga berpeluang menjadi puncak minor wave 3. Setelahnya, IHSG diperkirakan memasuki fase koreksi untuk membentuk minor wave IV, dengan potensi retracement teoritis sekitar 38,2% ke area 8.573.