IHSG Berpeluang Rebound, Jagoannya AMMN hingga BBRI
- Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan saham AMMN, BBRI, TKIM, dan WIFI untuk trading jangka pendek, seiring peluang pemulihan IHSG yang masih terbuka.

Ananda Astri Dianka
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID — Riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia merekomendasikan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) sebagai pilihan utama untuk perdagangan jangka pendek pada Rabu, 4 Februari 2026.
Dalam riset yang dirilis pada 4 Februari 2026, Ciptadana menilai peluang pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terbuka, seiring mulai membaiknya indikator teknikal setelah koreksi dalam beberapa waktu terakhir.
1. AMMN Mulai Bangun Momentum
Saham AMMN tercatat naik 6,18% dan ditutup di level Rp6.875 pada perdagangan Selasa (3/2). Pergerakan harga saat ini cenderung mendatar namun mulai menunjukkan tanda penguatan, setelah memantul dari area support di Rp6.100.
Meski demikian, kenaikan masih tertahan oleh garis resistance menurun, yang mengindikasikan masih adanya tekanan jual di level atas. Dari sisi indikator, momentum dinilai mulai membaik.
Ciptadana merekomendasikan strategi beli bertahap saat harga melemah di area Rp6.750, dengan batas rugi di Rp6.300 dan target di Rp7.275.
2. BBRI Masih Konsolidasi
Sementara itu, saham BBRI turun 0,78% dan ditutup di harga Rp3.800. Pergerakan saham bank pelat merah ini masih berada dalam fase konsolidasi, setelah sebelumnya memantul dari area support Rp3.290–3.360.
Struktur harga menunjukkan level terendah yang semakin naik, menandakan minat beli masih terjaga. Namun, penguatan masih tertahan di kisaran Rp4.000–4.100.
Secara umum, tren BBRI dinilai netral cenderung menguat. Strategi yang disarankan adalah beli saat harga melemah di sekitar Rp3.770, dengan batas rugi Rp3.700 dan target Rp3.900.
3. TKIM Koreksi dalam Tren Naik
Saham TKIM naik 3,03% dan ditutup di level Rp6.800. Sebelumnya, saham ini berada dalam tren naik jangka menengah dan sempat mencetak level tertinggi di area Rp8.700–8.800.
Belakangan, TKIM mengalami koreksi tajam hingga mendekati area support Rp6.450. Di level tersebut mulai terlihat minat beli, yang menandakan tekanan jual mulai mereda.
Ciptadana menilai pelemahan ini masih sebatas koreksi teknikal, bukan pembalikan tren. Strategi yang direkomendasikan adalah beli spekulatif di Rp6.800, dengan batas rugi Rp6.550 dan target Rp7.125.
4. WIFI Berpeluang Bentuk Dasar
Adapun saham WIFI menguat 5,75% dan ditutup di level Rp2.390. Meski menguat, secara jangka pendek saham ini masih berada dalam tren turun, setelah sebelumnya mencapai puncak di sekitar Rp4.420.
Tekanan jual membawa harga mendekati area support Rp2.160–2.000. Di kisaran ini, mulai terlihat upaya pembeli menahan penurunan, disertai perlambatan momentum pelemahan.
Kondisi tersebut membuka peluang pembentukan dasar harga sebelum berbalik naik. Strategi yang disarankan adalah beli spekulatif di Rp2.360, dengan batas rugi Rp2.320 dan target Rp2.630.
Grafik Pergerakan IHSG
Sumber: Ciptadana Sekuritas
IHSG Berpeluang Pulih Bertahap
Pada perdagangan Selasa (3/2), IHSG ditutup menguat 200 poin atau 2,52% ke level 8.123. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 7.712 hingga 8.126, dengan saham ASII, TPIA, dan AMMN menjadi pendorong utama penguatan. Secara tren menengah, IHSG masih berada dalam fase naik. Koreksi yang terjadi belakangan dinilai wajar setelah indeks gagal bertahan di area puncak 9.100–9.200.
Penurunan tersebut membawa IHSG ke area support teknikal dan mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, yang mengindikasikan mulai munculnya minat beli. Level resistance terdekat berada di 8.525, 8.700, dan 9.174, sementara support berada di 7.854, 7.548, dan 7.482. Indikator teknikal juga menunjukkan momentum yang mulai membaik.
Ciptadana menyimpulkan, pemulihan IHSG setelah koreksi masih berada dalam jalur tren naik jangka menengah. Sejumlah saham seperti AMMN, BBRI, TKIM, dan WIFI dinilai menawarkan peluang trading jangka pendek dengan strategi beli saat melemah dan disiplin menerapkan batas rugi. Seiring mulai munculnya minat beli di area support, investor disarankan tetap selektif dan memperhatikan manajemen risiko dalam memanfaatkan volatilitas pasar.

Ananda Astri Dianka
Editor
