Tren Pasar

IHSG Berpeluang ATH, AKRA, NCKL, dan AMRT Layak Dicermati

  • IHSG diproyeksikan melanjutkan penguatan dengan dukungan sektor bahan baku dan energi.
Ilustrasi Belanja Alfamart - Panji 3.jpg
Nampak pembeli tengah berbelanja di sebuah gerai waralaba di kawasan Tangerang. Foto : Panji Asmoro/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Tim Analis Bareksa merekomendasikan tiga saham untuk strategi trading jangka pendek pada perdagangan Selasa, 6 Januari 2026, yakni PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT). Seiring sentimen positif pasar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali melanjutkan penguatan.

Saham AKRA ditutup menguat 1,56% ke level Rp1.300 pada perdagangan sebelumnya, Senin (5/1). Emiten perdagangan dan distribusi energi ini direkomendasikan untuk beli trading di kisaran harga Rp1.285 hingga Rp1.300. Target ambil untung berada di level Rp1.320 dan Rp1.340, sementara batas stop loss disarankan di Rp1.240.

Sementara itu, saham NCKL yang bergerak di sektor tambang nikel tercatat naik 1,28% ke level Rp1.180. Untuk saham ini, analis merekomendasikan beli trading pada rentang Rp1.160–Rp1.180, dengan target harga di Rp1.225 dan Rp1.250. Adapun level stop loss dipatok di Rp1.100 guna membatasi risiko.

Rekomendasi serupa juga diberikan untuk saham AMRT. Emiten ritel pemilik jaringan Alfamart ini menguat 0,75% dan ditutup di level Rp2.000. Saham AMRT dinilai menarik untuk trading di area Rp1.980–Rp2.000, dengan target ambil untung di Rp2.050 dan Rp2.100. Batas kerugian disarankan di level Rp1.930.

Tabel: Rekomendasi Saham Hari Ini 

Stock Pick (Rp)
 
AKRANCKL
 
AMRT
 
Last Price1.3001.1802.000
RecommendationTrading BuyTrading BuyTrading Buy
Entry Range1.3001.1802.000
1.2851.1601.980
Target Price (TP) 11.3201.2252.050
Target Price (TP) 21.3401.2502.100
Stop Loss1.2401.1001.930

Sumber: Tim Analis Bareksa, last price per 5/1/2025

Dari sisi pasar, IHSG pada perdagangan Senin (5/1) berhasil melonjak 1,27% ke posisi 8.859. Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih senilai Rp39 miliar, mencerminkan minat beli yang masih terjaga di pasar saham domestik.

Berdasarkan riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia yang dirilis Selasa (6/1), sektor bahan baku menjadi pendorong utama penguatan indeks dengan kenaikan 2,62%, disusul sektor energi yang menguat 2,31%, serta sektor transportasi dan logistik yang naik 2,02%.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar turut menopang pergerakan indeks, di antaranya BRMS yang melonjak 8,05% ke Rp1.275, TLKM naik 3,17% ke Rp3.580, serta BUMI yang melesat 10,48% ke Rp464. Di sisi lain, nilai tukar rupiah tercatat melemah 15 poin ke level Rp16.740 per dolar AS.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang support 8.800 dan resistance 8.975, dengan peluang ditutup di zona yang lebih tinggi pada perdagangan hari ini.