Tren Pasar

Haji Isam Kuasai 20,05 Persen Saham Nikel PACK

  • Haji Isam tercatat memiliki 20,05% saham PACK, tetapi bukan pengendali. PACK dikendalikan PT Eco Energi Perkasa dan menyiapkan aksi korporasi.
ABADI INVESTA.jpg
Haji Isam tercatat memiliki 20,05% saham perusahaan tambang nikel. (PACK)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Nama pengusaha asal Kalimantan Selatan, Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam, kembali dikaitkan dengan emiten pertambangan. Kali ini, nama pemilik Jhonlin Group tersebut mencuat dalam paparan publik PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK).

Manajemen PACK mengungkapkan Haji Isam merupakan salah satu pemegang saham perseroan. Namun, Haji Isam ditegaskan bukan pengendali PACK.

Corporate Secretary PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk, Calvin Setiawan, mengatakan pengendali PACK saat ini adalah PT Eco Energi Perkasa (EEP).

“Berdasarkan informasi yang dimiliki oleh Perseroan, Haji Isam merupakan salah satu pemegang saham minoritas signifikan dari Perseroan dan bukan merupakan Pengendali. Sedangkan PT Eco Energi Perkasa (EEP) adalah pemegang saham pengendali dari Perseroan,” kata Calvin dalam paparan publik, Jumat 11 September 2026.

Haji Isam Kuasai 20,05% Saham PACK

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Haji Isam tercatat menggenggam 6,84 miliar saham PACK, setara dengan kepemilikan 20,05%.

Sementara itu, PT Eco Energi Perkasa menjadi pemegang saham terbesar PACK dengan kepemilikan 13,14 miliar saham atau 38,51%.

Dengan kepemilikan tersebut, posisi Haji Isam di PACK cukup signifikan, meski masih berada di bawah EEP sebagai pemegang saham pengendali.

Kepemilikan Haji Isam tersebut menjadi sorotan di tengah pergerakan harga saham PACK yang mengalami lonjakan tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Saham PACK Melonjak 104% Sebulan

Saham PACK tercatat mengalami kenaikan 104,38% dalam waktu sekitar satu bulan.

Pada 13 Agustus 2026, saham PACK masih berada di level Rp274 per saham. Kemudian pada perdagangan 31 Agustus 2026, harga PACK telah mencapai Rp560 per saham.

Lonjakan harga tersebut kemudian membuat Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham PACK.

BEI melakukan suspensi perdagangan PACK di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I 1 September 2026 hingga pengumuman lebih lanjut.

BEI menyebut penghentian perdagangan dilakukan menyusul peningkatan harga kumulatif saham PACK yang signifikan sebagai bentuk perlindungan terhadap investor.

PACK Siapkan Aksi Korporasi

Di tengah sorotan terhadap sahamnya, PACK juga mengungkapkan tengah mempertimbangkan aksi korporasi.

Dalam jangka pendek, perseroan berencana meningkatkan kapasitas bijih nikel.

Namun, manajemen belum memberikan rincian mengenai bentuk maupun nilai aksi korporasi yang sedang dipertimbangkan.

“Perseroan belum bisa memberikan informasi lebih lanjut terkait dengan aksi korporasi tersebut,” ujar Calvin.

Manajemen PACK memastikan setiap aksi korporasi yang nantinya dilakukan akan mengikuti ketentuan pasar modal.

Apabila aksi korporasi direalisasikan, perseroan akan menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik dan meminta persetujuan pemegang saham apabila dipersyaratkan sesuai regulasi.

BEI Minta Investor Cermati Keterbukaan Informasi

BEI sebelumnya mengimbau pihak-pihak yang berkepentingan untuk memperhatikan setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PACK.

Lonjakan harga saham yang signifikan menjadi salah satu perhatian Bursa sebelum dilakukan penghentian sementara perdagangan.

Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Bunga Citra pada 13 Sep 2026