Tren Pasar

Emiten Afliasi Hashim WIFI Ekspansi Bisnis Konstruksi Telekomunikasi

  • PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) ekspansi ke konstruksi telekomunikasi. Proyek diproyeksi punya NPV Rp929,8 miliar dan balik modal 1 tahun 5 bulan.
wifi.jpg
Iklan dalam kereta. Salah satu bisnis PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo. (SSPACE Digital)

JAKARTA, TRENASIA.ID — Perusahaan periklanan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) berencana memperluas bisnis ke sektor konstruksi infrastruktur telekomunikasi.

Perusahaan terafiliasi dengan adik kandung Presiden Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, bakal menambah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 42206 tentang Konstruksi Sentral Telekomunikasi.

Rencana ekspansi tersebut disampaikan perseroan dalam informasi keterbukaan publik yang diumumkan Bursa Efek Indonesia, Sabtu 8 Agustus 2026. 

Dalam laporannya, perseroan telah melakukan studi kelayakan yang dilakukan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Syarif, Endang dan Rekan. Studi dengan tanggal penilaian 30 Juni 2026 itu mencakup aspek pasar, teknis, pola bisnis, manajemen, hingga keuangan.

Dari sisi finansial, rencana bisnis baru WIFI menghasilkan Net Present Value (NPV) sebesar Rp929,799 miliar, dengan Profitability Index (PI) sebesar 8,30640. Sementara itu, periode pengembalian investasi atau Payback Period diproyeksikan hanya 1 tahun 5 bulan.

Hasil tersebut menjadi salah satu dasar KJPP menyimpulkan rencana penambahan kegiatan usaha Konstruksi Sentral Telekomunikasi KBLI 42206 layak untuk dilaksanakan.

WIFI Siapkan Ekspansi Infrastruktur Telekomunikasi

Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada 7 Agustus 2026, WIFI menyebut penambahan KBLI 42206 merupakan bagian dari strategi pengembangan usaha untuk memperluas ruang lingkup bisnis sekaligus memperkuat posisi perseroan di industri telekomunikasi dan infrastruktur digital.

Saat ini, WIFI menjalankan sejumlah kegiatan usaha, mulai dari periklanan, perusahaan holding, perdagangan besar peralatan telekomunikasi, aktivitas telekomunikasi tanpa kabel, produk dan layanan digital, hingga jaringan serat optik melalui perusahaan anak.

Dengan penambahan KBLI baru, WIFI menargetkan layanan yang lebih terintegrasi dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi.

Perseroan akan memposisikan diri sebagai perusahaan telekomunikasi terintegrasi yang berfokus pada pembangunan infrastruktur telekomunikasi di kawasan komersial, residensial, industri, pendidikan, pemerintahan, dan ruang publik.

Target utama bisnis baru tersebut adalah pelanggan business-to-business (B2B) yang membutuhkan pembangunan jaringan di berbagai lokasi atau multi-site maupun wilayah dengan kebutuhan konektivitas tinggi.

Pasar Infrastruktur Telekomunikasi Masih Menjanjikan

Rencana ekspansi WIFI dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur telekomunikasi dan konektivitas digital.

Dalam studi kelayakan, sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) disebut menyumbang 4,40% terhadap PDB nasional dan tumbuh 8,35% secara tahunan (YoY).

Studi tersebut juga mencatat jumlah pengguna telekomunikasi meningkat 25% pada periode 2021-2025. Namun, pendapatan industri hanya tumbuh 16% sehingga Average Revenue Per User (ARPU) turun 8,8%, dari US$2,73 per bulan pada 2021 menjadi US$2,49 per bulan pada 2025.

Dari sisi infrastruktur, hingga 2025 jumlah Optical Distribution Point (ODP) yang terpasang di Indonesia telah mencapai lebih dari 2 juta unit. Sementara total panjang jaringan kabel fiber optik nasional telah melampaui 500.000 kilometer.

Kondisi tersebut dinilai menjadi fondasi bagi pertumbuhan pembangunan infrastruktur telekomunikasi, termasuk jaringan serat optik dan berbagai infrastruktur pendukung konektivitas digital.

WIFI Siapkan Tim dan Peralatan Konstruksi

Untuk menjalankan bisnis Konstruksi Sentral Telekomunikasi, WIFI akan menggunakan model operasional berbasis proyek yang kapasitasnya dapat ditingkatkan secara modular.

Pada tahap awal, perseroan merencanakan satu tim proyek inti yang dapat mengerjakan proyek kecil dan menengah secara paralel dengan dukungan tenaga pelaksana serta mitra atau subkontraktor terverifikasi.

Peralatan yang disiapkan antara lain perangkat survei, alat keselamatan kerja, peralatan galian, concrete mixer, cable drum stand, winch, scaffolding atau manlift, fusion splicer, Optical Time Domain Reflectometer (OTDR), optical power meter, network tester, hingga perangkat pendukung lainnya.

Untuk menjaga efisiensi belanja modal, kebutuhan alat berat dan peralatan khusus dapat dipenuhi melalui sistem sewa.

Dari sisi sumber daya manusia, pada awal operasional WIFI merencanakan 3 manager, 9 supervisor/SPV, dan 18 staf untuk mendukung kegiatan usaha baru.

Perseroan juga akan menyiapkan tenaga ahli sesuai kebutuhan proyek, termasuk tenaga teknik sipil dan telekomunikasi, tenaga keselamatan konstruksi atau HSE, surveyor, engineer fiber optic, estimator atau quantity surveyor, serta operator alat tertentu.

Hashim Djojohadikusumo Tercatat sebagai Komisaris Utama WIFI

Dalam struktur pengurus yang tercantum dalam keterbukaan informasi 7 Agustus 2026, Hashim Sujono Djojohadikusumo tercatat sebagai Komisaris Utama PT Solusi Sinergi Digital Tbk.

Struktur komisaris WIFI lainnya terdiri dari Fadel Muhammad sebagai Komisaris dan Doni Satiaji Soetadi sebagai Komisaris Independen.

Di jajaran direksi, Hendrik Tee menjabat Direktur Utama, dengan Yune Marketatmo, Andrew, Moh. Mustaghfirin, Shannedy Ong, dan Henny Santoso sebagai direktur.

Dalam struktur kepemilikan saham yang tercantum pada dokumen tersebut, PT Investasi Sukses Bersama memegang 54,42% saham WIFI, Djoni 5,27%, sedangkan masyarakat di bawah 5% menguasai 40,30%.

RUPS WIFI Digelar 11 September 2026

Rencana ekspansi ke bisnis konstruksi sentral telekomunikasi tersebut belum menjadi keputusan final karena WIFI masih membutuhkan persetujuan pemegang saham.

Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat, 11 September 2026 untuk meminta persetujuan atas penambahan KBLI 42206 sekaligus membahas studi kelayakan yang telah disusun.

Pengumuman RUPS dilakukan pada 7 Agustus 2026, sedangkan pemanggilan RUPS kepada pemegang saham dijadwalkan pada 21 Agustus 2026. Adapun recording date ditetapkan pada 20 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB.

Jika disetujui pemegang saham, penambahan kegiatan usaha ini diharapkan memperluas sumber pendapatan WIFI, mendiversifikasi bisnis, meningkatkan efisiensi melalui sinergi dengan kegiatan usaha yang sudah berjalan, serta memperkuat posisi perseroan di industri telekomunikasi dan infrastruktur digital.

Manajemen WIFI juga memperkirakan kegiatan usaha baru tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan pendapatan dan laba usaha dalam jangka menengah dan panjang.

Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Hadi Zairin pada 10 Aug 2026 

Tags: