Dividen Jumbo BRI, Ini Sinyal Kuat untuk Investor dan Pasar
- BRI bagikan dividen Rp52,1 triliun dari laba 2025. Likuiditas dan modal tetap kuat, membuka ruang ekspansi kredit hingga 2026.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membagikan dividen jumbo Rp52,1 triliun dari laba tahun buku 2025. Di tengah distribusi laba besar ke pemegang saham, bank ini tetap menjaga likuiditas dan permodalan pada level kuat, memberi ruang ekspansi kredit ke depan.
Keputusan ini ditegaskan dalam RUPST 2026, dengan nilai dividen setara Rp346 per saham. Angka itu sudah termasuk dividen interim Rp137 per saham yang dibayarkan awal tahun.
Pembagian dividen mengacu pada laba bersih konsolidasian 2025 sebesar Rp57,13 triliun, dengan laba yang diatribusikan ke entitas induk Rp56,65 triliun. Artinya, payout ratio BRI tetap tinggi, tetapi masih dalam batas aman.
Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi menegaskan, strategi ini mencerminkan keseimbangan antara imbal hasil ke investor dan keberlanjutan bisnis.
Ia mengatakan likuiditas dan permodalan yang solid memberi ruang bagi BRI untuk tetap ekspansif secara selektif, dengan fokus pada kualitas kredit.
Likuiditas dan Modal Jadi Penopang Ekspansi
Di tengah tekanan global dan ketatnya likuiditas industri perbankan, posisi BRI masih relatif kuat.
- LCR: 136,9%
- NSFR: 117,7%
Rasio ini menunjukkan kemampuan memenuhi kebutuhan likuiditas jangka pendek dan stabilitas pendanaan jangka panjang tetap terjaga.
Dari sisi permodalan:
- CAR konsolidasi: 26,63%
- CAR bank only: 23,52%
Level ini jauh di atas ketentuan regulator, memberi bantalan kuat untuk ekspansi kredit sekaligus mitigasi risiko.
Ekuitas BRI tercatat Rp330,9 triliun hingga akhir 2025, tumbuh 2,4% secara tahunan. Pertumbuhan ini tetap terjaga meski perseroan rutin membagikan dividen.
Target Kredit 2026: Tetap Tumbuh, Tapi Selektif
BRI memproyeksikan pertumbuhan kredit 2026 di kisaran 7% hingga 9% secara tahunan. Target ini mencerminkan strategi moderat di tengah ketidakpastian global.
Achmad menilai proyeksi ini sejalan dengan prospek ekonomi domestik, terutama di segmen UMKM yang menjadi core business BRI.
Sinyal Kuat untuk Investor dan Ekonomi
Kebijakan dividen besar dengan fundamental tetap solid memberi beberapa sinyal penting.
Bagi investor, ini menunjukkan BRI masih menjadi mesin dividen yang menarik, dengan risiko relatif terjaga karena didukung modal kuat.
Bagi pasar, kombinasi likuiditas tinggi dan CAR besar menandakan ruang ekspansi kredit masih terbuka, penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Bagi pelaku UMKM, ini berarti akses pembiayaan berpotensi tetap terjaga di tengah kondisi global yang tidak pasti.
BRI berhasil menjaga keseimbangan antara bagi hasil ke pemegang saham dan kebutuhan ekspansi bisnis. Dengan likuiditas dan modal yang kuat, ruang tumbuh tetap terbuka, terutama di segmen UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi domestik.

Chrisna Chanis Cara
Editor
