Tren Pasar

Diburu Asing, ANTM, INDY, BUMI Layak Dikoleksi

  • Tim Analis Bareksa merekomendasikan saham ANTM, INDY, dan BUMI untuk trading jangka pendek hari ini.
IHSG Ditutup Menguat-1.jpg
Karyawan beraktivitas dengan latar layar monitor pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, 8 September 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Tim Analis Bareksa merekomendasikan tiga saham untuk strategi trading jangka pendek pada Senin, 23 Februari 2026, yakni PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indika Energy Tbk (INDY), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Ketiganya dinilai menarik seiring peluang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Untuk ANTM, analis merekomendasikan beli untuk trading di rentang Rp4.150–Rp4.230. Pada perdagangan 20 Februari 2026, saham ANTM tercatat melemah 0,24% ke level Rp4.355. Target ambil untung dipatok di Rp4.330 dan Rp4.400, dengan batas stop rugi di Rp4.050.

Sementara itu, INDY direkomendasikan beli di kisaran Rp3.680–Rp3.730. Pada akhir pekan lalu (20/2), saham INDY turun 3,88% ke Rp1.575. Target ambil untung berada di Rp3.800 dan Rp3.850, sedangkan stop rugi di Rp3.600.

Adapun BUMI disarankan beli pada rentang Rp286–Rp294. Saham ini melemah 2% ke Rp294 pada perdagangan 20 Februari 2026. Target ambil untung ditetapkan di Rp310 dan Rp320, dengan batas stop rugi di Rp276.

Grafik Pergerakan IHSG
 

Illustration

Sumber: Ciptadana Sekuritas

Secara terpisah, riset teknikal Ciptadana Sekuritas Asia per 23 Februari 2026 menyebutkan IHSG pada Jumat (20/2) ditutup di level 8.272 atau turun tipis 2 poin (-0,03%). Meski terkoreksi, investor asing masih membukukan beli bersih sekitar Rp241 miliar.

Tiga sektor yang mencatat pelemahan terdalam adalah barang konsumsi non-primer (-1,53%), transportasi & logistik (-1,06%), serta energi (-1,02%). Tekanan pada indeks dipengaruhi penurunan sejumlah saham seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang turun 2,03% ke Rp87.000, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang melemah 3,81% ke Rp2.020, serta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang turun 4,47% ke Rp1.815.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah menguat 7 poin ke level Rp16.873 per dolar AS. Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran 8.227–8.376 dengan peluang ditutup menguat pada perdagangan hari ini.

Dengan dukungan aksi beli asing dan penguatan rupiah, IHSG dinilai memiliki ruang rebound. Untuk strategi jangka pendek, ANTM, INDY, dan BUMI menjadi pilihan utama dengan target ambil untung dan batas risiko yang terukur.