Data Ini Picu Harga Bitcoin Anjlok 27 Persen dari ATH, Investor Harus Apa?
- Harga Bitcoin (BTC) jatuh ke level terendah enam bulan di US$90.488 pada Selasa, 18 November 2025. Pelemahan ini dipicu oleh data manufaktur AS yang kuat, yang memudarkan harapan pasar akan pemangkasan suku bunga The Fed.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Harga Bitcoin (BTC) jatuh ke level terendah enam bulan di US$90.488 (Rp1,5 miliar) pada Selasa pagi, 18 November 2025. Pelemahan ini melanjutkan koreksi tajam, menghapus 27% nilainya sejak All Time High (ATH) bulan Oktober 2025.
Kejatuhan ini dipicu oleh data ekonomi AS yang kuat, yang memupus harapan pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember. Di saat yang sama, harga BTC juga menembus level support teknikal penting, memicu kekhawatiran koreksi yang lebih dalam.
Analis kini terbelah, antara memprediksi rebound atau kejatuhan lebih dalam. Analis Roman Trading menyebut US$76.000 sebagai target support berikutnya. Benjamin Cowen melihat potensi pengujian level US$60.000−US$70.000 di EMA 200 minggu.
1. Pemicu Makro: Pupusnya Harapan 'Rate Cut'
Sinyal ekonomi yang lebih luas menambah tekanan pada pasar aset berisiko. The Empire State Manufacturing Index (indeks manufaktur AS) dilaporkan melonjak ke 18,7. Angka ini naik 8 poin dari bulan sebelumnya, menunjukkan data ekonomi yang kuat.
Hasil yang kuat tersebut secara langsung mengurangi peluang pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) pada Desember. Pasar kini menilai kebijakan moneter akan tetap ketat lebih lama dari yang diharapkan sebelumnya oleh para investor.
Probabilitas pasar bergeser drastis pasca rilis data tersebut. Polymarket kini menempatkan peluang 55% The Fed tidak memangkas bunga. Data CME Group juga menunjukkan probabilitas 60% bahwa kebijakan akan tetap tidak berubah bulan depan.
2. 'Breakdown' Teknikal dan Target 'Bearish'
Harga Bitcoin kehilangan 3,21% hanya pada 17 November 2025. Pelemahan ini signifikan karena harga jatuh menembus support penting di US$98.000. Level ini selama ini menjadi batas psikologis penting bagi para trader dan investor.
Kondisi ini memicu proyeksi bearish di media sosial. Analis Roman Trading menyebut US$76.000 sebagai level supportharga Bitcoin berikutnya. Ia mengutip pola teknikal yang telah rusak dan momentum pasar yang terus melemah.
3. Analisis Potensi Penurunan Lebih Dalam
Analis Benjamin Cowen memberikan pandangan yang lebih dalam. Ia menyatakan bahwa Bitcoin berpotensi menguji rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 200 minggu. Level teknikal jangka panjang tersebut berada di kisaran US$60.000 hingga US$70.000.
Namun, Cowen juga mencatat bahwa reli pemulihan jangka pendek (relief rally) bisa saja terjadi terlebih dahulu. Perkiraan analis yang bervariasi ini mencerminkan ketidakpastian yang tinggi dan kerusakan teknikal yang signifikan di pasar saat ini.
4. Status Pasar Saat Ini
Untuk saat ini, Bitcoin diperdagangkan di level US$90.488 pada Selasa pagi. Ini merupakan level harga terendah dalam enam bulan terakhir. Harga altcoin lain seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL) juga ikut mengalami koreksi tajam.
Hari-hari mendatang akan krusial untuk melihat apakah Bitcoin dapat bertahan di atas level US$90.000. Risiko tetap tinggi karena baik kubu bullish maupun bearish sedang menunggu sinyal yang lebih jelas untuk pergerakan harga selanjutnya.

Alvin Bagaskara
Editor
