Tren Pasar

Data dan Insight Harga Emas Antam Hari Ini 14 Oktober 2026

  • Update emas Antam 14 Oktober 2026: harga dan buyback diam di tempat, spread Rp191.000 stagnan dua hari, pasar tunggu sinyal The Fed jelang pertemuan 4-5 November 2026.
<p>Karyawan menunjukkan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada hari ini, Kamis 23 Juli 2020 dipatok lebih rendah untuk ukuran 1 gram dibanderol Rp977.000, sedangkan pada posisi kemarin, Rabu 22 Juli 2020 sempat menyentuh level baru Rp982.000 untuk ukuran 1 gram, yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah.  PT Aneka Tambang Tbk. melansir penjualan emas di tingkat ritel tetap menggeliat kendati harga emas menyentuh rekor baru. Penjualan secara daring atau online diakui meningkat signifikan dalam tiga bulan terakhir. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Karyawan menunjukkan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada hari ini, Kamis 23 Juli 2020 dipatok lebih rendah untuk ukuran 1 gram dibanderol Rp977.000, sedangkan pada posisi kemarin, Rabu 22 Juli 2020 sempat menyentuh level baru Rp982.000 untuk ukuran 1 gram, yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah.  PT Aneka Tambang Tbk. melansir penjualan emas di tingkat ritel tetap menggeliat kendati harga emas menyentuh rekor baru. Penjualan secara daring atau online diakui meningkat signifikan dalam tiga bulan terakhir. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA, TRENASIA.ID — Harga emas batangan di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) tidak bergerak dan tetap di level Rp2.574.000 per gram, Rabu, 14 Oktober 2026.

Adapun harga buyback oleh Logam Mulia juga tidak berubah, tetap di Rp2.383.000 per gram. Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp191.000 per gram.

Berikut daftar harga emas Antam hari ini, Rabu, 14 Oktober 2026.

UkuranHarga
0,5 gramRp1.337.000
1 gramRp2.574.000
2 gramRp5.088.000
3 gramRp7.607.000
5 gramRp12.645.000
10 gramRp25.235.000
25 gramRp62.962.000
50 gramRp125.845.000
100 gramRp251.612.000
250 gramRp628.765.000
500 gramRp1.257.320.000
1.000 gramRp2.514.600.000

Sumber: Logam Mulia, 14 Oktober 2026

Insight TrenAsia

Spread Rp191.000 Bertahan Dua Hari, Pasar Tidak Berani Ambil Posisi

Stagnansi sempurna hari ini — harga jual dan buyback tidak bergerak sama sekali, membuat spread tetap di Rp191.000 untuk hari kedua berturut. Dua hari stagnan setelah penurunan tajam Selasa kemarin mencerminkan pasar yang sudah menyerap dampak CPI AS tapi belum punya alasan kuat untuk bergerak ke salah satu arah. 

Dari harga beli sekarang, break-even masih tercapai setelah kenaikan sekitar 7,4% — konsisten dengan posisi kemarin.

Dua Hari Stagnan di Level Terendah Oktober, Support Kritis Hanya Rp9.000 di Bawah

Harga Rp2.574.000 identik dengan kemarin dan hanya Rp9.000 di atas titik terendah Oktober di Rp2.565.000 yang tercatat pada 8 Oktober 2026. Stagnansi di level rendah seperti ini bisa dibaca dua cara: pasar sedang membangun dasar sebelum rebound, atau pasar sedang mengumpulkan energi sebelum menembus support dan turun lebih jauh.

Tanpa katalis baru yang jelas, kedua skenario sama-sama mungkin. Dari puncak Mei di Rp2.859.000 pada 12 Mei 2026, jarak tetap Rp285.000 per gram atau sekitar 9,9% — konsisten dua hari terakhir.

Setelah CPI, Pasar Menunggu Sinyal Berikutnya dari The Fed

Dengan CPI AS semalam yang lebih tinggi dari ekspektasi dan peluang pemangkasan The Fed November 2026 kini di kisaran 10%, tidak ada lagi data besar dari AS pekan ini yang bisa secara dramatis mengubah ekspektasi. 

Pasar kini bergeser ke mode menunggu pidato dan pernyataan pejabat The Fed dalam beberapa hari ke depan untuk mencari petunjuk apakah mereka memang akan menahan di November atau masih membuka pintu untuk pemangkasan. 

Di sisi domestik, rupiah bergerak di kisaran Rp17.700-Rp17.800 per dolar AS — pelemahan yang seharusnya memberi sedikit dukungan pada harga emas Antam lewat efek konversi, tapi sampai hari ini belum cukup untuk menggerakkan harga. 

Minggu depan, data penjualan ritel AS dan klaim pengangguran mingguan bisa memberi petunjuk tambahan sebelum pertemuan The Fed berikutnya pada 4-5 November 2026.