Tren Pasar

Data dan Analisis Harga Emas Antam Hari Ini 31 Juli 2026

  • Update emas Antam 31 Juli 2026: naik Rp7.000 ke Rp2.623.000, buyback Rp2.398.000 naik Rp17.000, spread Rp225.000 tersempit sejak pertengahan Juli, Juli ditutup nyaris flat.
<p>Karyawan menunjukkan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada hari ini, Kamis 23 Juli 2020 dipatok lebih rendah untuk ukuran 1 gram dibanderol Rp977.000, sedangkan pada posisi kemarin, Rabu 22 Juli 2020 sempat menyentuh level baru Rp982.000 untuk ukuran 1 gram, yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah.  PT Aneka Tambang Tbk. melansir penjualan emas di tingkat ritel tetap menggeliat kendati harga emas menyentuh rekor baru. Penjualan secara daring atau online diakui meningkat signifikan dalam tiga bulan terakhir. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Karyawan menunjukkan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) pada hari ini, Kamis 23 Juli 2020 dipatok lebih rendah untuk ukuran 1 gram dibanderol Rp977.000, sedangkan pada posisi kemarin, Rabu 22 Juli 2020 sempat menyentuh level baru Rp982.000 untuk ukuran 1 gram, yang merupakan level tertinggi sepanjang sejarah.  PT Aneka Tambang Tbk. melansir penjualan emas di tingkat ritel tetap menggeliat kendati harga emas menyentuh rekor baru. Penjualan secara daring atau online diakui meningkat signifikan dalam tiga bulan terakhir. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA, TRENASIA.ID — Harga emas batangan di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) naik Rp7.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.616.000 menjadi Rp2.623.000, Jumat, 31 Juli 2026.

Adapun harga buyback oleh Logam Mulia naik lebih besar, sebesar Rp17.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.381.000 menjadi Rp2.398.000. Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp225.000 per gram.

Berikut daftar harga emas Antam hari ini, Jumat, 31 Juli 2026.

UkuranHarga
0,5 gramRp1.361.500
1 gramRp2.623.000
2 gramRp5.196.000
3 gramRp7.769.000
5 gramRp12.890.000
10 gramRp25.685.000
25 gramRp64.087.000
50 gramRp128.095.000
100 gramRp256.112.000
250 gramRp639.765.000
500 gramRp1.279.320.000
1.000 gramRp2.558.600.000

Sumber: Logam Mulia, 31 Juli 2026

Insight TrenAsia

Buyback Naik Lebih dari Dua Kali Lipat, Spread Menyempit ke Rp225.000

Dua hari berturut buyback naik lebih besar dari harga jual — kemarin Rp35.000 berbanding Rp15.000, hari ini Rp17.000 berbanding Rp7.000. Spread menyempit dari Rp235.000 kemarin ke Rp225.000 hari ini, penyempitan dua hari berturut yang total Rp30.000. 

Ini level tersempit sejak 15 Juli 2026 dan mengakhiri tren pelebaran spread yang menekan penjual sepanjang dua pekan terakhir. Dari harga beli sekarang, break-even tercapai setelah kenaikan sekitar 8,6% — masih di atas kondisi normal, tapi arahnya bergerak ke kondisi yang lebih wajar.

Juli Ditutup dengan Dua Hari Naik, Tapi Kinerja Bulanan Masih Merah

Emas Antam menutup Juli 2026 di Rp2.623.000. Dibanding pembukaan Juli di Rp2.625.000 pada 1 Juli 2026, harga turun bersih Rp2.000 per gram — secara bulanan nyaris flat tapi tetap merah tipis. 

Ini menyembunyikan volatilitas yang cukup tajam sepanjang bulan: dari puncak Juli di Rp2.670.000 pada 5-6 Juli hingga titik terendah di Rp2.601.000 pada 21 Juli dan 29 Juli 2026, rentang pergerakan sebulan mencapai Rp69.000 per gram. Dari puncak Mei di Rp2.859.000 pada 12 Mei 2026, jarak masih Rp236.000 per gram atau sekitar 8,3%.

Sinyal Dovish The Fed dan PCE Melandai Topang Kenaikan

Kenaikan dua hari berturut ini ditopang oleh dua katalis yang datang bersamaan. Pertama, sinyal dovish Ketua The Fed Jerome Powell yang secara eksplisit menempatkan pemangkasan September 2026 sebagai opsi yang terbuka. 

Kedua, data inflasi PCE AS yang dirilis semalam melandai sesuai ekspektasi pasar, memperkuat argumen bahwa The Fed punya ruang untuk mulai memangkas suku bunga. Dua sinyal ini mendorong dolar AS melemah dan harga emas global naik — efek yang langsung tercermin di harga Logam Mulia pagi ini. 

Memasuki Agustus, pasar akan terus mencerna dua data kunci: laporan tenaga kerja AS (NFP) yang rilis besok malam dan data inflasi CPI AS pada pertengahan Agustus, yang keduanya akan menentukan seberapa yakin pasar bahwa pemangkasan September benar-benar terjadi.